Terlanjur Hambar

Sayang, memberi ‘warna’ nya pelan-pelan ya?

Aku terbiasa dengan ‘putih-abu’ku, ‘warna’mu akan membuatku begitu terlena

Tenggelam dalam pesona yang begitu indah

Membuatku lupa diri

Lagipula,

aku takut dengan kemungkinan bahwa kamu yang akan hanyut,

Tenggelam oleh ‘putih-abu’ku,

Pudar..

Jadi pelan-pelan ya, bisa kan?

Tapi, kamu kok lupa?

Kan sudah ku bilang untuk pelan-pelan memberi ‘warna’?

Mengapa terburu-buru?

Lihatkan hasilnya?

‘Putih-abu’ku menjadi semakin kabur,

‘warna’mu tidak beraturan,

‘warna’mu jadi terasa hambar..

Biarkan kamu mengulang memberi ‘warna’?

Tidak, terlanjur hambar.

‘Putih-abu’ ku terlanjur menutup semua celah, tak igin setitik pun ‘warna’mu masuk, lagi…

Mencampakkanmu? Tidak.

Aku hanya takut semakin menjadi kabur.

Lagipula, sebelum kamu ikut pudar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s