Terlalu Abstrak

Entahlah, sistem ini terlalu abstrak bagiku.

Mengukir senyum tapi pedang terselip dibahu belakang. 

Menusuk, mencabik-cabik hanya dalam kesunyian, dalam sepi, menghapus bekas. 

Tapi hei, dengan darah masih ditangan dengan santai bersalaman.

Teramat riuh meneriaki, lebih berkoar-koar padahal baru sekedar dibisiki. 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s