Sayang Kamu Kok Tega?

Sayang, kamu kok tega?

Menghitung-hitung cintamu?

Lantas, jika seumur hidupku, ku habiskan bersamamu, berapa banyak yang harus ku kembalikan?

Sayang, kamu kok tega?

Membandingkan aku dengan dia, dia, dan dia?

Sayang aku apa dia, dia, dan dia?

Katamu cuman aku dihatimu?

Sayang, kamu kok tega?
Waktumu terbuang percuma karenaku katamu?
Bukankah cinta butuh perjuangan, dan perjuangan butuh waktu sayang?

Sayang, kamu kok tega?
Memperjuangkan cintaku sia-sia ucapmu?
Bahkan ketika kesempatan keduamu?

Sayang, kamu kok tega?
Tanpa sadar membunuh perasaanku
Tapi berpikir aku yang dingin
Tapi berpikir aku yang tega

Sayang, sungguh kamu kok tega?
Sayang, yakin kamu sayang aku?
Tapi kok tega?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s