Seperti gelas ini, hatiku retak.

Bagaimana bisa aku minum dari gelas yang retak ini?

Bagaimana bisa aku mencinta ketika sebagian hatiku terluka?

Ah ini bukan soal cinta, toh aku pun belum paham sempurna soal cinta.

Tapi, ini soal kepercayaan.
Butuh waktu lama untuk menumbuhkannya kembali.
Dibanding rasa rindu, lebih meletihkan membujuk hati untuk percaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s