Sup Kesukaanmu

 

Sayang, kapan kamu akan datang?

Tidak, aku tidak mengeluh, menunggu kamu selalu menyenangkan bagiku, menebak-nebak gaun warna apa yang kamu kenakan malam ini. 

Tidak, sungguh aku tidak mengeluh.

Dinginnya malam tak berarti apa-apa, bak belaian lembut tangan mungil bayi, dan hei kan aku lelaki, lagipula sorot matamu menghangatkanku, jiwaku jelasnya. 

Aku hanya takut nanti sup kesukaanmu dingin, membuatmu hilang selera lantas ingin cepat pulang.

Tidak sayang, bagaimana mungkin aku mengeluh, walau ini malam kesekian aku menunggu, dan mungkin masihakan untuk malam-malam esoknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s