Hanya Malu

Tentu ada masa dimana aku pun menggalau, sebab oleh rindu pun kamu dengan ketidakpastianmu. Tapi kemudian aku malu, pada saudaraku yang bercucuran keringat demi sesuap nasi di pinggir jalan saat malam begitu menusuk kulit, sedang aku hanya bergalau ria. Lantas, ini bukan tentang tidak mengakui adamu dihati, hanya kembali fokus pada kewajibanku demi semua berkah yang ku dapati hingga detik ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s