Linda Lovelace

Linda hanyalah perempuan biasa, seperti para perempuan pada umumnya, Linda hanya ingin lelaki yang mencintainya. Linda tak menuntut banyak pada Chuck, ia hanya ingin mencintai dan dicintai, kepolosan yang selalu ada pada setiap perempuan.

Linda mencintai Chuck, tentunya perempuan mana yang tak jatuh hati pada perlakuan Chuck, membukakan pintu untuknya, memberikan jaketnya, pun sekeras-kerasnya perempuan tetaplah bahagia diperlakukan dengan kelembutan, penghormatan, seperti yang dilakukan Chuck yang bahkan dengan gagah menghadap orangtua Linda.

Demi perlakuan Chuck, Linda pikir Chuck juga mencintainya, mereka saling cinta, kemudian mengabaikan larangan ibunya, meninggalkan rumah, menikahi Chuck.

Linda tak pernah mengira, enam bulan kemudian adalah awal cerita pahit dalam kehidupannya, Chuck adalah ketidakberuntungan baginya.

Linda menjadi bintang film porno pertama ditahun itu, tentu dengan paksaan Chuck. Linda bahkan harus melayani lelaki-lelaki lain, dan masih menerima kekerasan oleh Chuck. Linda Lovelace, julukan bagi Linda dalam industri yang ia jalani, nama yang mengikutinya seumur hidupnya.

Duabelas tahun, selama itu Linda harus terikat pada Chuck. Linda menulis bukunya yang berjudul Ordeal, bercerita tentang kehidupannya, tentang memperjuangkan hak perempuan untuk melawan kekerasan pada perempuan dan melawan pornografi. Linda memulai kehidupan barunya, menikah dan punya anak, mendapatkan kehidupan yang ia impikan, kehidupan sederhana dimana ia mencintai dan dicintai.


Aku baru saja menonton film Lovelace, yang diatas adalah cerita singkat tentang film itu, aku sedang terlalu malas  lapar untuk menghayati dan menuliskan jalan cerita yang lebih detail, inipun sungguh terdengar sebagai alasan.

Aku ingin berbagi film ini di salah satu media sosialku, untuk memperingatkan para perempuan agar lebih hati-hati pada semua lelaki, lebih jelasnya berhati-hati dalam memilih lelaki sebagai kekasih, berhati-hati yang seperti apa? dengarlah nasihat ibu, itu saja nasihatku, bukan hanya karena film ini, tapi sedari cerita teman-teman, orangtua, aku pun berkesimpulan kalau nasihat ibu memang benar adanya, kalaupun salah, beliau hanya khawatir. Untuk melawan pada kekerasan rumah tangga, bahkan dalam kasus pacaran, pernah saat masih sekolah dulu, ada kerusuhan di suatu kelas, ternyata seorang teman perempuanku yang beda kelas dipukuli oleh kekasihnya, kekasihnya membabi buta, menendang meja, membanting kursi, bahkan mendorong teman-temannya yang mencoba menahannya, padahal masih pakai seragam, masih di sekolah tapi sudah usai jam sekolah umum, beruntung masih ada anak-anak akselerasi dan basket. Teman perempuanku memar bukan main, aku kesal sekali saat itu, lebih kesal karena awalnya tidak ada yang berani melerai, menganggap itu privasi mereka, masa bodoh dengan privasi, aku tak peduli, yang aku tahu aku harus mencari anak laki-laki lainnya untuk menahan kekasihnya yang bajingan sekali, maafkan penggunaan kataku. Serta melawan pornografi, mantan film porno yang akhirnya justru melawan pornografi.

Tapi ya tak jadi ku bagikan ke media sosialku, khawatir pada adek-adek yang dibawah umur, malah salah tangkap dengan isi film yang cukup vulgar. Berakhir pada blog ini, bercerita disini.

Selama menonton, aku jadi emosional sekali, iya aku sedih, aku sedih untuk Linda, Linda hanya ingin mencintai dan dicintai sejatinya. Aku sedih pada adegan dia memaksa untuk bahagia pada apa yang ia lakukan, adegan saat ia tak bisa menjelaskan kondisinya kepada ibu dan sahabatnya, saat Linda dipukuli, saat Linda bahkan dipaksa melayani sekumpulan lelaki, saat Linda mendengar ayahnya sedih bertanya mana gadis kecil ayahnya yang dulu. Aku sedih sampai lupa aku sedang lapar.

Dari semuanya, yang paling mengharukan adalah ketika Linda mengunjungi ayah dan ibunya bersama suaminya yang baru, orangtunya menyambutnya penuh kasih, memberikan pelukan terhangat mereka, senyuman yang meneduhkan hati.

Orangtua selalu jadi tempat untuk kembali, aku tak punya kata-kata lagi, terlalu terharu soal orangtua, aku kangen ayah ibu, aku ingin segera pulang memeluk keduanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s