Bagaimana Tuhan Menciptakan Bunda?

Tuhan,

Maafkanlah diri ini…

Untuk berani bertanya,

Bagaimana Engkau menciptakan Bunda?

Bagaimana bisa…

Hati bunda jauh lebih kuat

Dari batu terkeras sekalipun

Tetapi,
Hati bunda jauh lebih lembut pula
Dari kapas terlembut sekalipun

Bagaimana bisa…
Bunda mengerti
Bunda memahami
Walau tanpa sepatah kata terucap
Walau jarak terbentang sekalipun

Bagaimana bisa…
Bunda mengukir senyum tiap saatnya
Walau terkadang menangis dalam diam sekalipun

Bagaimana bisa…
Bunda selalu memaafkan
Walau beribu kesalahan tercipta

Bagaimana bisa…
Dalam amarahnya ada keanggunan
Dalam amarahnya ada kelembutan
Dalam amarahnya ada kasih
Dalam amarahnya tak ada pengabaian
Dalam amarahnya tak ada sikap dingin
Dalam amarahnya ia merasa tersiksa pula,
Tersiksa karena ia harus tega untuk marah,
‘Marah tanda sayang’ seperti ungkapan pada umumnya..

Bagaimana bisa…
Bunda kuat memopoh diri
Walau buah hati dalam kandungannya

Bagaimana bisa…
Bunda berani berjuang
Melahirkan buah hatinya
Yang kabarnya,
Sakitnya bagai ditusuk ribuan pedang
Terlebih bunda mampu bertahan

Bagaimana bisa..
Bunda kenyang
Dengan hanya menatapi
Buah hatinya makan

Bagaimana bisa…
Bunda begitu sederhana
Bahagia melihat buah hatinya bahagia
Sedih melihat buah hatinya sedih
Sakit melihat buah hatinya sakit

Tetapi tak pernah benar-benar marah,
Ataupun kecewa…
Melihat buah hatinya marah padanya
Melihat buah hatinya mengecewakannya

……bersambung……

Malang, 20 Juni 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s