Hakikat Perasaan Seorang Kakak

“Kak, puisimu bagus tapi bahasanya sederhana, mudah dipahami jadinya, coba sedikit abstrak biar seru ditebak-tebak maknanya”

Ah, itu kan gayaku. Sederhana. Aku tak suka hal yang abstrak. Kenapa tidak menulis puisimu sendiri saja kalau begitu?

“Kak, puisimu banyak tapi kok gak pernah ada yang buat aku?”

“Buat apa pula aku menulis puisi untuk kamu?”



Kamu boleh bersedih hati dengan sikap dinginku sebelumnya, tapi rasanya tidak adil jika kamu tak pernah tau kebenarannya.

Tanpa kamu tahu, penyebab kesederhanaan bahasa puisi-puisiku itu adalah kamu. Selalu sebelum menulis, aku mempertimbangkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami demi kamu. Ingatkah kamu saat puisi yang ku buatkan untuk tugas sekolahmu? Terlalu abstrak katamu, aku menahan tawa mendengar asumsi-asumsi kamu memaknai puisiku.

Tetapi, bagian utamanya adalah aku tak ingin menjadi kakak yang cerewet, hingga kamu menjauh. Ah sungguh aku takut bagian itu, kalau kamu menjauh. Aku hanya punya kamu, bagaimana pula jika kamu menjauh?

Lantas, melalui puisi aku coba merangkulmu. Menyelipkan nasihat-nasihat dalam puisiku, biar kamu baca dan resapi sendiri, toh adik kecilku nan pintar pasti paham.

Aku tak ingin kamu paham karena takut. Seperti tidak boleh ini dan itu bukan murni karena kamu paham, paham kalau hal tersebut sepatutnya tidak kamu lakukan, tapi sederhana karena kamu takut. Takut pada kakakmu yang cerewet ini, yang akan memberikan seribu nasehat yang akan membuat kupingmu panas. Sungguh, aku tak ingin seperti itu.

Aku ingin kamu benar-benar paham. Aku ingin pemahaman yang baik itu tumbuh dari dalam hatimu, oleh dirimu sendiri. Sehingga aku cukup memberikan satu nasehat, selalu dengarkan nasehat orangtua karena kebaikan selalu berawal dari situ.                                                                        


Sungguh jangan hanya berasumsi pada yang terlihat dek, aku memang dingin tapi aku selalu kakakmu. Kakakmu yang tak ingin kamu menjauh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s