GADIS KARTIKA PRATIWI

Mereka pikir kamu hanyalah seorang Gadis. Dengan selera yang bagi beberapa mungkin monoton. Kalau tidak kemeja, kamu akan memilih batik. Dengan model jilbab yang sama, tidak pernah kamu biarkan terurai. Bagi beberapa kamu terlihat jutek pada kesan pertama, seperti ungkapan kawanmu yang begitu mecintai kucingnya. Bagi kawanmu yang sedang jatuh cinta pada seseorang di Jogja sana, kamu tampak cuek dan santai, tergambar pada tugas rangkumanmu yang paling sederhana diantara semua. Bagaimana dengan kesan pertamaku? Aku pikir kamu suka kebebasan, itu hal pertama yang sama diantara kita. Golongan darahmu pastilah B, tergambar oleh catatanmu yang penuh warna, ini hal kedua yang sama diantara kita. Jika tebakanku benar, besok di kampus, cukup traktir aku es teh dipojokan cafet, hanya 3.500 rupiah, lebih berbaik hati lagi, tambahkanlah 500 rupiah, sudah cukup untuk lemon tea ice kesukaanku, sedari semester satu hingga sekarang hanya itu yang aku pesan disudut itu.

Seorang Gadis, seperti kata-kata favoritmu ‘i am an universe full of secrets’. Kamu memang penuh kejutan, kamu tidak sekaku garis-garis lurus dikemejamu, pun membosankan walau berbeda warna dan motif, semua selalu sama, selalu kemeja, tapi aku suka, kamu punya ciri khas, kamu tau apa yang kamu ingin kenakan dan merasa nyaman. Selalu sederhana dalam menyelesaikan tugas, pun tak ambil pusing jika ujian,  jadi yang pertama keluar saat ujian akhir prancis tanpa harus memusingkan jawaban, semua sudah berlalu, sekeren itu kamu tapi tak pernah gegabah dalam membuat keputusan. Begitu pandai membaur, hari ini ku dapati kamu dengan mereka, besok ku dapati kamu dengan yang lain, kamu begitu bebas, tidak mengikat diri pada beberapa kawan tertentu saja, ini kesamaan ketiga kita, saling akrab menyapa satu sama lain, makan siang bersama, tapi tidak menjadikan kita ketergantungan ataupun mengikat. Sering ku dapati kamu selalu tertawa pada candaanku, itu sederhana tapi bagiku itu adalah sebuah penghargaan, kadang tidak mudah untuk tertawa ketika kamu merasa sebuah candaan itu tidak lucu atau kamu sedang tidak mood untuk tertawa entah perihal hati atau apa. Yang paling utama dari semuanya adalah kamu punya duniamu sendiri, dunia dimana semua lantunanan jiwamu bebas melantun. Ah ternyata kamu tidaklah sekalem tatapanmu yang kalau aku lelaki, aku akan sedikit mengombal, tatapan yang membuat rindu. Yang kalau aku lelaki, aku akan jatuh cinta padamu melalui tulisanmu, gemas pada curhatan-curhatanmu yang begitu jujur. Sayangnya aku bukan, aku harap kamu bahkan tidak kecewa dengan kenyataan ini, karena kalau aku lelaki, aku masuk kategori lelaki super romantis (kata teman-temanku), aku serius pada bagian ini, bukan karena kamu yang kekurangan sesuatu, aku hanya tak berniat mengubah haluan, walaupun mantanku seorang yang bajingan.

Seorang Gadis adalah pendengar yang baik, paham bagaimana harus jujur tanpa menyakiti perasaan, benar-benar berniat belajar bahasa isyarat, yang punya tawa khas, yang memberikan aura positif pada yang suka menunda tugas, seperti aku salah satunya. Banyak hal tentang Gadis, seorang fan berat Paramore yang penuh kejutan.

Beberapa pesanku, jangan kehilangan senyummu, bosan dengan candaanku yang terkadang makso, jangan bersedih ketika aku tidak peka, mungkin aku hanya lapar, lapar menjadikanku kalem dan tidak peka, cukup ajak aku ke bakso disamping fakultas yang biasa.  

11045442_10203857861516010_4451008038902200377_n

  Gadis Kartika Pratiwi

29 September 1993

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s