Dari 1000 Menjadi 600

Jadi apa yang dimaksud dengan judul Dari 1000 Menjadi 600? tentang apakah ini? langsung saja, ini adalah jumlah pertemanan di salah satu akun media sosial saya. Saya pikir, walaupun tanpa menyebut nama media sosial tersebut, jika terus membaca, pastilah paham akun media sosial mana yang saya maksudkan.

Jadi, beberapa waktu lalu, ketika membuka akun media sosial saya tersebut, tiba-tiba ada rasa risih ketika saya melihat beranda yang penuh dengan status orang-orang yang walau saya paham itu siapa tapi kami tidak pernah berkenalan secara langsung, bahkan yang tidak saya kenal sama sekali yang saya rasa kurang berbobot, seperti sekedar galau, umpatan, serta tulisan alay seperti 4qo3h.

Hal tersebut membuat saya berpikir dan menimang-nimang, apalah fungsinya? Memang bagus jika kita mempelebar silahturrahmi, mungkin tidak ada salahnya juga memperbanyak teman di akun media sosial saya itu. Tapi, status orang-orang yang memang saya kenal pun lebih sering tenggelam karena status orang-orang yang saya tidak kenal, terlebih orang-orang yang tidak saya kenal rata-rata statusnya alay.  Saya pun paham bagaimana media sosial tersebut menghipnotis penggunanya untuk terus membuang waktu, semakin banyak teman, semakin kita akan memperbarui berita-berita baru di beranda. Maka, saya pikir lebih baik menghapus pertemanan di media sosial itu dengan orang-orang yang tidak begitu saya kenal.

Saya rasa, saya tidak akan kehilangan apapun. Lagipula, hal-hal yang begitu, bukanlah sesuatu yang harus begitu dirumitkan. Saya tidak kenal mereka, dan saya tidak ingin kepo tentang mereka. Saya pun menghapus satu persatu pertemanan yang ada di akun media sosial saya tersebut, tentunya butuh waktu, karena saya memastikan satu persatu, bagi yang namanya sedikit alay dan kurang familiar, saya akan memeriksa dahulu akun tersebut, bisa jadi orang yang saya kenal.

Total pertemanan yang awalnya ada seribu lebih, sekarang menjadi sekitar enam ratus pertemanan. Beberapa diantaranya, masih ada yang memang hanya sekedar teman dunia maya. Tapi, orang-orang tersebut membagikan sesuatu yang memiliki nilai pada beranda, seperti ilmuwan, blogger, dsbnya.

Pada akhirnya, ini adalah soal ada maanfaatnya atau tidak. Ketimbang saya memiliki banyak pertemanan, tapi yang keluar di beranda saya adalah ocehan, curhatan, galau yang tidak jelas yang bahkan saya tidak kenal, tidak peduli, dan tidak mau tahu yang membuat status-status teman-teman saya yang sebenarnya pun berita-berita penting lainnya justru tenggelam.

Iklan

3 thoughts on “Dari 1000 Menjadi 600

  1. azizatoen

    Yang bikin nggak enak itu kak Ris, kalau ada yang nulis status alay, labil, dan nggak penting banget, pengen di unfriend tapi kok kenal, nggak diunfriend tapi ganggu. Serba salah deh wkwkwk xD

    Suka

    • Rissaid

      Ya ampuun aku tau penderitaanmu zaa :3
      Tp za, ada caranya sih biar ttep tmenan tp ga dpet pembaruan status dr orangnya 😀
      *apa.kita.ngomongin.media.sosial.yang.sama.ya~

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s