Berhenti

Mungkin kita sama-sama sudah terlalu lelah.
Lelah menerka, lelah berasumsi.
Mungkin kita sama-sama sudah terlalu jengah.
Jengah akan menjadikan kenangan sebagai candu harapan.
Mungkin kita sama-sama merasa semua sudah cukup.
Cukup dengan semua cerita.
Mungkin disini akhirnya.
Kamu tanpa aku.
Aku tanpa kamu.
Kita tidak bersisa.
Mungkin nanti ada jalannya.
Sebatas mungkin.
Mungkin sekarang waktunya untuk berhenti.
Iya, berhenti.
Iklan

2 thoughts on “Berhenti

  1. Gara

    Berhenti dulu, tapi sejenak saja, tatap sekitar, istrirahat, kumpulkan kekuatan, nikmati pemandangan, kemudian susun kembali rencana untuk melangkah. Di sana jalan masih panjang, pemandangan masih lebih bagus. Tujuan memang belum terlihat tapi semua detik yang berlalu dalam perjalanan tetap mesti dinikmati :)).

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s