Posesif? Romantis Vs. Menyeramkan.

Tulisan ini terinspirasi dari teman-teman perempuan saya yang suka curhat tentang cowoknya. Yang baru pacaran akan curhat betapa romantisnya cowoknya karena bersifat posesif sedangkan yang sudah lama akan curhat tentang kejenuhan yang mulai muncul karena cowoknya terlalu posesif. Tapi sebagian dari tulisan ini juga adalah pengalaman saya, dan agar tidak mengulang. Tulisan ini dimaksudkan agar teman-teman perempuan paham bahwa posesif itu beda tipis antara romantis dan menyeramkan, lewat pengalaman saya dan teman-teman.

Posesif yang dimaksudkan disini adalah ketika si cowok memantau si cewek setiap saat. Sering bertanya si cewek sedang berbuat apa, dimana, sama siapa, si cewek harus memberikan laporan lengkap, jika tidak, si cowok akan ngambek bahkan marah, menghubungi terus untuk mengetahui kebenarannya.

Ketika awal-awal jadian, mungkin ada perasaan menyenangkan ketika si cowok khawatir kita kemana dan sama siapa, bersifat posesif begitu. Tapi, percayalah, posesif itu tidak selamanya romantis, bisa jadi menyeramkan dan harus dihentikan.

Ketika sang cowok seperti berikut ini:

1. Ketika si cowok mengatur kita tidak boleh pergi pada suatu acara karena khawatir adanya lelaki lain di acara tersebut dan alasannya ia cemburu, itu merupakan sebuah kekonyolan.

2. Ketika si cowok meminta kamu menghapus pertemanan kamu dengan semua teman lelakimu di semua akun media sosialmu.

3. Ketika si cowok meminta password akun media sosialmu.

4. Ketika ia memaksa harus menjelaskan kamu keluar dengan siapa, sampai jam berapa lama, untuk acara apa hingga detail.

5. Ketika ia melarang kamu menghubungi teman lakimu walaupun sekedar tugas.

6. Ketika ia menghubungi hingga ratusan kali.

7. Ketika ia meminta kamu untuk membiarkan teleponnya nyala selama kamu sedang bersama teman-temanmu agar ia bisa mendengarkan apa saja yang kalian bicarakan.

8. Ketika ia meminta hpmu untuk dipegang olehnya.

9. Ketika ia memasang alat pelacak dihpmu.

10. Ketika ia bahkan curiga ketika kamu keluar dengan teman-teman perempuanmu, ketika ia bahkan menelpon teman-temanmu untuk memastikan.

Masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan oleh seorang lelaki yang posesif berlebihan yang harus dihentikan, tapi ini adalah yang umumnya terjadi dan yang saat ini terbesit dipikiran saya.

Kenapa harus dihentikan? Hal-hal diatas itu sudah terlalu berlebihan. Belum perihal berdebat karena ketidakpercayaan dan keposesifannya, percayalah, melelahkan rasanya harus meributkan hal-hal yang bahkan sepele. Sungguh melelahkan.

Tidak ada yang tahu kapan hubungan kalian bertahan, dan ketika semua sudah berakhir, kamu terlambat untuk menyadari bahwa kamu tidak punya siapa-siapa. Kamu tidak akrab dengan teman-temanmu karena dilarang keluar oleh cowokmu, teman-temanmu risih karena cowokmu juga ‘meneror’ mereka untuk memastikan kamu berbohong apa tidak, teman-temanmu kesal karena kamu terlalu menurut.

Hubungan sosial dengan orang lain itu penting. Begitu pula tentang privasi akun media sosialmu ataupun telepon genggam kamu. Terlebih jika kamu aktif berorganisasi. Karena tidak ada kepastian kalau kalian akan selamanya. Jadi, jangan sampai kamu menjauh dari orang-orang sekitarmu hanya karena seorang cowok. Kalau alasan cowokmu karena dia sayang dan cemburuan tanda sayang, itu bullshit, rasa percaya itu salah satu fondasi hubungan, lagian, kalau sayang, masa gak percayaan?

Sayang itu membuat kamu menjadi lebih baik, sayang itu pokoknya tidak membuat kamu merasa terkekang, dijauhi teman-temanmu, membuat kamu jadi tidak aktif kegiatan ini itu karena alasan konyol seperti cemburu.

Kamu yakin kalau hubungan kalian akan bertahan sampai akhir?

Percayalah, tidak ada yang bisa menjamin perasaan seseorang atau  menjamin jalan cerita seseorang. Hidup memang harus diusahakan, tapi sungguh kita tidak akan pernah tahu. Siapa tahu kedepannya putus ditengah jalan? siapa tahu cowokmu kesal dan menyalahgunakan akun media sosialmu karena kesal? oleh dari itu, kamu tetap butuh privasi. Saat kamu jadian ketika kamu belum mengenal dunia organisasi, kamu mungkin masih kuat, tapi percayalah ketika kamu ikut organisasi dan jadi supersibuk, posesif itu menyebalkan, bahkan menyeramkan, dan harus dihentikan.

Pokoknya, ketika kamu dihadapkan dengan cowok yang seperti itu, kamu harus tegas menghentikannya. Kamu harus sayang pada diri sendiri dulu baru orang lain. Apalagi kalau orangtua kamu gak secerewet cowok kamu soal jalan-jalan keluar, siapa sih dia? ngalah-ngalahi posisi orangtua? ngatur-ngatur belum juga ngelamar?

Bilang sayang itu bisa jadi mudah banget, jadi jangan terlalu luluh lho ya. Kalau dia bilang kamu harus nurut sebagai bukti sayang, ah tak usah takut, kamu mendo’akan dia sebelum tidur itu sudah merupakan wujud sayang yang lebih nyata.

Kalau akhirnya dia minta putus karena kamu tidak suka dia posesif, udah putusin aja. Cowok yang suka mempertanyakan, minta bukti cinta, mengacam putus itu sayangnya harus diragukan lho ya.. 🙂

Iklan

15 thoughts on “Posesif? Romantis Vs. Menyeramkan.

  1. Rissaid

    Reblogged this on Rissaid and commented:

    Ada yang berkunjung ke postingan lama ini, jadi kembali membaca, di ingatkan kembali.

    Disamping itu, seorang teman pernah mengumpakan saya sebagai angin, jangan dikekang, pun saya akan selalu pulang ((apasih))

    Suka

  2. febridwicahya

    Gini nih, aku kurang setuju juga sih sama pacar yang posesif ._.kalau kata indrawidjaya ‘kita harus mbedain, mana pacar mana radar’ Ya gitu deh :’
    Kalau aku sedikit agak kurang posesif sih :’

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s