Ibu

Sejauh ini, saya belum menemukan cinta yang begitu tulus yang menyamai tulusnya cinta seorang ibu.

Sebelumnya maaf bagi mereka yang bahkan tidak pernah mengenal sosok sang ibu atau trauma dan sosok ibu yang tecipta hanyalah seorang perempuan tanpa kasih sayang. Maafkan saya.

Ini adalah untuk mereka yang masih memiliki seorang ibu. Ibu yang masih mengingatkan untuk makan bahkan menyiapkan makanan. Ibu yang cerewet soal bersih-bersih. Ibu yang mengomeli karena telat pulang dan sebagainya.

Jatuh, sedih, kecewa, marah, dan emosi lainnya yang hadir dari pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan tapi sungguh memberikan banyak pelajaran melahirkan sebuah kesadaran bahwa ketika kita terluka, jatuh, dan tertinggal….Ibu akan selalu ada untuk kita.

Iklan

8 thoughts on “Ibu

  1. Gara

    Kadang saya juga suka kesal sih kalau ibu saya mulai cerewet dan berkesan melarang saya untuk melakukan sesuatu. Tapi mungkin itu karena dia peduli. Semuanya kembali pada bagaimana cara saya memberi pengertian padanya.

    Ah, sepertinya saya sudah pernah menulis komentar senada ini dalam postinganmu sebelum ini :hehe.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s