Perempuan dan Pilihan – 1

Hentikan keluhan berupa seorang perempuan tak punya pilihan ketika ia terlanjur mencintai. Seorang perempuan selalu punya pilihan. Demi hati yang pernah terluka, enggankah kau mengabaikan ketika ia kembali dengan candu janji palsu belaka seperti dahulu seolah lagu lama.

Tulisan tersebut beberapa hari lalu saya tulis di salah satu media sosial saya bersamaan dengan tentang pilihan. Terinspirasi dari teman yang membuat status galau, susah memilih untuk move on karena kadung cinta.

Kalau dibilang mudah bagi saya menulis seperti itu karena saya tidak diposisi dia saat itu ya memang betul, mudah memang karena saya bahkan tidak mengenal lelakinya, jadi buat apa saya galau.

Tapi, saya pernah berada diposisinya, walaupun tidak ada istilah membandingkan pun menyamakan kisah cinta antara satu sama lain. Saya paham bagaimana ia merasa seolah ia tidak akan mampu berpindah hati, seolah cinta sejati adalah yang harus diperjuangkan walau hati sudah dibuat terluka berkali-kali, seolah cinta sejati adalah yang diperjuangkan bertahun-tahun dan lelakinya adalah pacar pertama atau cinta pertama, seolah jika ia memperjuangkan lelakinya, si lelaki akan ada kesadaraan, berubah pun bertahan untuk seterusnya mencintainya.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang perempuan pada umumnya yang juga saya sendiri salah satunya dulu adalah enggan jengah akan kenangan kemudian menjadikannya candu harapan. Selalu berharap, berharap, berharap, dan terus berharap. Menyampingkan bukti yang ada, menolak kenyataan dan berbisik pada hati kecil “enggak, mungkin dia punya alasan melakukannya, mungkin dia gak bermaksud begitu, dia lelaki yang baik hanya saja lingkungannya yang membuat dia berubah” atau “mungkin aku yang salah, mungkin kalau aku berubah, dia akan berubah” dan pemikiran-pemikiran galau lainnya yang mengatasnamakan kadung cinta. Kemudian membiarkan si lelaki terus dan terus memberi candu janji-janji palsu, memaafkan kesalahan-kesalahannya. Maka susah untuk memilih move on. Aduh…

Tapi saya paham juga bagaimana susahnya menasehati perempuan yang memberikan alibi kadung cinta, saya kan pernah, jadi ya paham gitu. Susah sekali, kudu sabar.

Tapi semoga, siapapun yang membaca ini, yang peduli sama saudara perempuannya, temannya pun orang yang gak dikenal yang intinya perempuan yang enggan memilih move on dengan alibi kadung cinta, bujuklah dia bahwa perempuan selalu punya pilihan. Hati itu bisa sembuh, bisa, sungguh bisa. Seorang perempuan bisa memilih untuk mengabaikan ketika si lelaki muncul kembali, melupakan, melepaskan ketika lebih banyak terluka dan tidak seimbang dengan janji rayu gombalnya si abang. Selama si perempuan benar-benar memilih untuk melakukannya,akan sembuhlah hatinya.

Maka, bujuk lah terus seorang perempuan yang enggan membuat pilihan untuk move on dengan alibi kadung cinta. Tidak mudah memang, tapi siapa tahu dari sekian nasihat yang diberikan, akan ada satu waktu ketika itu menyadarkan dan si perempuan tergerak hatinya untuk membuat pilihan, melepaskan si abang. Atau, berikan bacaan-bacaan untuknya biar diresapi sendiri.

Maka, seorang perempuan selalu punya pilihan. Hentikan alibi kadung cinta dan segera move on. Pilihan itu adalah bentuk dari sayang pada diri sendiri, sayang pada orang-orang yang menyayangi dirimu sendiri.

Saya sendiri membuat pilihan untuk melepaskan walau saat itu juga ceritanya berasa masih cinta (padahal bisa jadi hanya karena sekedar kenangannya, bukan orangnya, bahasan ini lain waktu ah) karena saya sayang pada diri sendiri, sayang sama ayah ibu, dan yang lainnya yang menyayangi saya, dan percaya bahwa ketika Tuhan menunjukkan kebajingannya si lelaki  kebenarannya atau bukti bahwa cintanya sekedar dimulut saja adalah saya memang harus melepaskannya karena Tuhan pun masih sayang sama saya. Jadi, salah satu contohnya adalah kalau si abang ketahuan selingkuh, udah putusin aja! Gak pake kesempatan kedua dengan alibi kamulah yang membuat dia selingkuh karena jarang memberikan perhatian atau dia khilaf dan dia akan berubah. Halah gombal! Racun tuh racun! (kok jadi emosi, enggak kok enggak…) karena itu tandanya Tuhan berusaha memberitahukan kamu kalau kamu bersama orang yang tidak tepat. 🙂


Tulisan ini tidak menyamaratakan kalau semua lelaki bajingan. sama saja. Tidak. Tapi untuk perempuan yang enggan move on karena lelaki yang wujud cintanya terbalik dengan gombalannya, maka lepaskanlah.


Iklan

15 thoughts on “Perempuan dan Pilihan – 1

  1. pprakosa

    Dihantui senyumannya ketika berada di tempat biasa bersama, terngiang kata” manisnya ketika status yang sama melintas di beranda. Meredup lampu taman ketika duduk bersandar mendengarkan musik yang menjadi rekaman cerita cinta. Mengalir air mata tanpa terasa ketika memandang langit yang biasa dipandang berdua berselimut aroma nostalgia. ahhh indahnya gagal move on mhihihihi 😀 #kaburr

    Disukai oleh 1 orang

  2. febridwicahya

    Nah, ini nih. Ayo bikin gerakan #CEPETANMOVEON 😀 kayaknya banyak ya orang-orang yang gagal move on karena kadung cinta, padahal yang dicintai nggak kadung cinta :’ kayak bertepuk sebelah tangan gitu

    Disukai oleh 1 orang

  3. Gara

    Iya, lepaskan saja. Don’t be stupid :hehe :peace. Cowok saja bisa move on, masak ceweknya tidak bisa :hehe :peace.
    Saya tidak komentar lebih banyak ya, soalnya belum begitu pengalaman dengan cerita-cerita seperti ini :hehe.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s