Jangan Begitu Sayang

Kau bilang aku harus menunggu

Tapi kau datang padaku dengan rok mini begitu

Maumu apa sayang?

Kau mau aku jadi lelaki sejati

Sabar menunggu hingga kau sudah jadi istri

Tapi kau datang padaku dengan rok mini

Maumu apa sayang?

Kau pinta aku menundukan pandangan

Pada tiap perempuan lain dihadapan

Sedang kau menjadikan diri pusat pandangan

Membakar ragaku yang cemburuan

Maumu apa sayang?

Aku cinta kau

Enggan bagiku menyentuhmu

Tapi aku lelaki sayang

Jika malam tiba, tak jarang aku membayangmu

Maka jangan begitu sayang

Muncul dengan rok mini begitu

Kasihan aku

Iklan

8 thoughts on “Jangan Begitu Sayang

  1. Gara

    Perjuangan cowok itu harus terbayar lunas dengan bisa bersanding bersama si wanita yang memakai rok mini itu di pelaminan :amin. Semua yang baik-baik dan diperoleh dengan perjuangan mesti berakhir dengan bahagia, kalau menurut saya :hehe. Entah kapan waktunya, entah bagaimana caranya, itu Tuhan yang mengatur, tapi kalau semua dinilai dengan niat baik pada perjuangan di jalan yang baik, akhirnya pun pasti akan manis :)).

    Senang melihat puisi ini ditulis dari sudut pandang seorang pria!

    Disukai oleh 1 orang

    • Rissaid

      Semoga kak, walaupun ini imaginasi belaka hihi.

      Tapi semoga semua lelaki bisa sesabar si abang ini 😀

      Kalau menurut kak Gara, apakah puisi ini sudah tampak ditulis oleh seorang lelaki?
      saya suka menulis dari sudut pandang lelaki. Soalnya kalau perempuan, teman2 pikir saya sedang galau, memaksa cerita ada masalah apa walau sudah dibilang hanya puisi, lalu kesannya saya sombong tidak mau cerita. 😦
      *kok jadi curcol sih haha (maafkan hihi)

      Disukai oleh 1 orang

      • Gara

        Amin :hehe.
        Hm, karena saya bisa membayangkan seorang pria menulis puisi ini ketika saya membacanya, jadi saya simpulkan dirimu sudah cukup berhasil. Selamat, ya. Ah, kalau sedang tak ingin cerita, mestinya semua orang lain menghormati itu, kan :hehe. Tapi orang ada bermacam-macam sih, kita tidak bisa memaksakan apa yang menjadi anggapan orang itu.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s