Ayah dan Ibu, Satu.

Sekarang aku paham bagaimana ayah dan ibu ditakdirkan menjadi satu.

Aku suka tiap kali aku bercerita, ibu akan jadi teman bercerita terbaik dengan respon yang spontan dan begitu ekspresif, bagaimana ibu menyesuaikan diri seolah kami adalah teman sebaya, bagaimana ibu membuat nyaman untuk bercerita.

Sedang bersama ayah,  kami tak banyak bicara bahkan hanya duduk diam berdua, ayah merokok sedang aku bersender dibahu ayah, tapi ada nyaman yang hanya bisa ku dapat dari beliau,  dan aku suka betapa sederhananya nasehat ayah ketika kami berdiskusi, bagaimana beliau paham bahwa terkadang aku hanya butuh ditemani tanpa harus bicara soal perasaan.

Iklan

7 thoughts on “Ayah dan Ibu, Satu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s