Oktober Yang Tak Lagi Sendu

Setahun yang lalu, di tempat yang berbeda, bagiku oktober masihlah sendu.

Sesendu oktober bertahun-tahun lalu sebelumnya.

Sesendu memori yang menyergap cepat dan membuat kaku jari jemari untuk menyelesaikan puisi di bulan oktober yang tak pernah tuntas.

Oktober selalu sendu, adamu dalam kenangan yang pulang pergi setahun sekali hanya untuk membuat aku membenci oktober sejak tanggal satu hingga penghujung bulan.

Oktober selalu tentang dirimu yang pernah menangkap hatiku dalam detik, dalam pertemuan pertama, pun hanya lewat tatapan pertama.

Oktober selalu tentang dirimu yang mengkhianati rasa, bermain harapan, dan penyebab aku serta merta membenci hujan hanya karena hujan turun membawa kenangan tentang aku dan kamu yang pernah menjadi kita.

Aku pikir oktober akan selalu tentang dirimu, tentang kamu yang membuat sendu.

Aku pikir oktober akan selalu sendu….hingga..

Di penghujung bulan oktober ini, mampu ku rampungkan cerita di bulan oktober yang tak pernah tuntas…

Di penghujung bulan ini, semua rasa, kecewa, kenangan menguap membungkus penghujung bulan oktober…

Di penghujung bulan ini, oktober tak lagi tentang kamu…

Oktober tak lagi sendu…

Aku bahkan melewatinya tanpa mengingat kamu..

Oktober hanya menjadi oktober

Salah satu bulan di antara dua belas bulan lainnya.

Iklan

2 thoughts on “Oktober Yang Tak Lagi Sendu

  1. shiq4

    Pernah menyayangi seorang pria kah? Lebih baik pernah merasa memiliki daripada tidak sama sekali. Saya pernah menyukai seseorang tapi hingga kini belum pernah mengungkapkannya ha ha ha

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s