Perihal Rindu

Seseorang pernah bilang padaku bahwa perempuan seharusnya jatuh cinta dengan cara yang elegan. Aku belum sepenuhnya paham konsep apa yang ia maksud. Tapi aku pikir, salah satunya adalah ketika rinduku buncah tapi aku enggan merajuk atas waktumu, karena cinta bukan perihal rindu tanpa menekan ego, rinduku bukan alasan menganggu kamu dan kesibukanmu. Maka biar ku bungkus rinduku lewat sajak-sajak cinta untukmu.


Aku rindu kamu, lelaki senjaku. Namun, aku tak ingin merajuk meminta waktumu ketika sibuk bahkan membuat kamu tak cukup waktu untuk beristirahat. Cinta bukan perihal rindu tanpa menepis ego. Maka biarlah aku jadi pujangga cinta yang membuat romantisme beda tipis dengan kenorakan, lewat sajak-sajak cinta ku bungkus rindu atas kamu.


Cinta itu bukan sekedar rindu tanpa menekan ego. Rindumu bukan alasan untuk merajuk pada kekasihmu meminta waktunya, ketika ia pun penat dengan kesibukan aktifitasnya. Bungkus saja rindumu lewat sajak-sajak cinta, sekalian mengabadikan ia.


Kamu kangen, ia sibuk. Jangan bilang ia tak tahu meluangkan waktu, kamu bukan prioritasnya. Anak laki yang fokus ke karir pun mengejar mimpinya itu lebih keren ketimbang ikut-ikutan galau efek kangen kamu. Bungkus puisimu lewat sajak-sajak cinta. Bikin puisi, apapun intinya menulis. Abadikan ia dalam kerinduanmu yang berwujud karya.


Kau boleh bilang aku pujangga norak tapi sajak cinta adalah pengobat rindu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s