Perihal Rindu

IMG_20151120_174451.jpg
Masukkan keterangan

Memang terkadang,  perihal rindu adalah perkara yang diluar kemampuan hati untuk dikendalikan.  Dan sesabarnya aku untuk memahami dan mencoba mengerti kesibukanmu, tetaplah sesekali aku berada pada titik tak mampu, untuk kemudian mulai meracuni pikiran semacam kamu tak butuh aku lagi dan berbagai prasangka seorang kekasih yang terlampau ingin meminta waktu.

Tapi aku masih perempuanmu, perempuan yang mau memahami dan mengerti kamu. Kamu dengan kesibukanmu, kesibukan yang memang tanggung jawabmu. Walau cemburu atas waktumu,  aku pikir cara terbaik menempa seorang pria salah satunya adalah lewat tanggung jawab.

Lagipula, intensitas tak pernah jadi masalah bagiku, adalah kualitas obrolan dan waktu kita,  tanpa harus setiap waktu aku dan kamu bertukar kabar. Aku paham lelaki adalah mahluk yang mencintai kebebasannya,  dan kamu butuh waktu untuk dirimu, untuk hal-hal yang kamu sukai, teman-temanmu,  keluargamu. Jarak sejatinya membuat kita mengingat, merenung, dan merindu. Ketimbang terlampau sering dan diam-diam jengah.

Lagipula, rindu tak selalu menyesakkan. Rindu pula yang sering menguatkan jiwa, seperti para perantau yang bertahan demi keluarga dirumah. Seperti aku yang dalam rindu,  tetap bahagia mengingat senyummu.

Yang terpenting adalah kesehatanmu di sela kesibukanmu,  dan tak perlu khawatirkan aku. Aku ingin menjadi perempuanmu tanpa membebanimu untuk mengabari disetiap waktu.

Iklan

9 thoughts on “Perihal Rindu

  1. Gara

    Hati-hati, jangan jadi terlalu tidak egois, nanti diinjak-injak, lho *cuma saran dari seorang cowok yang suka nyinyir (baca: saya) :haha*. Saya berharap sih mudah-mudahan ia punya perasaan yang sama, jadi akhirnya tidak bertepuk sebelah tangan… :hehe.

    Disukai oleh 1 orang

  2. shiq4

    Sebenarnya lelaki itu suka perhatian sekecil apapun dari wanita yang disukainya. Meskipun kadang-kadang pria kurang bisa mengekspresikan diri ketika mendapat perhatian dari wanita yang disukainya #Eaak

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s