Absurditas Cemburu

Screenshot_2015-12-23-20-57-02_1450879040262

Titik absurditas rasa dimana cemburu mulai terlampau jauh. Cemburu pada masa lalu, pada bayang yang sudah ditelan waktu, semena-mena cemburu, padahal siapa yang tidak pernah mencinta? Iya paham, hanya cemburu, ya sudah tenangkan dulu.

Lalu aku heran sendiri, mendapati diri semacam…mungkin cemburu? Ah entahlah, aku malu, begitupula egoku, seorang aku cemburu? Konyolnya dengan masa lalu? Ah, perlukah ku perjelas? Perihal perempuan…yang pernah kamu cinta dulu. 

Tidak, tidak. Aku tidak cemburu, hanya ada beberapa perihal yang membuatku…entahlah, aku tak mau menyebutnya cemburu. 

Perihal satu dua perlakuanmu, sekarang aku mulai terdengar macam aku cemburu.

Aku paham, bahwanya waktu adalah pelaku utama, penyebab kita meninggalkan kebiasaan-kebiasaan di masa lalu, seiring berjalannya waktu, kamu tak lagi memegang konsep yang sama dengan dulu, dan kita adalah sesuatu yang baru.

Tapi lihat aku disini, tiba pada titik absurditas rasa..ada yang bilang…mungkin cemburu. 

Iklan

11 thoughts on “Absurditas Cemburu

  1. mawi wijna

    Cemburu itu manusiawi. Tanda bahwa kita merasa memiliki. Tapi terkadang bingung juga dengan ucapan,
    “Kamu jangan cemburuan dong. Dikit-dikit kok cemburu?”

    Apa itu tandanya harus belajar menyeimbangkan rasa memiliki dan tidak memiliki?
    Tapi klo menjaga sikap supaya tidak terbawa perasaan yang sedang terombang-ambing itu sih sudah pasti.

    Gimana menurutmu mbak?

    Disukai oleh 1 orang

    • Rissaid

      Saya sendiri sedang terombang ambing kak Mawi. Tapi berusaha gak ‘bawel’ soalnya lucu karena ini konteksnya masa lalu. Kalaupun cemburu, saya menimbang-nimbang lagi apa wajar, gak mau juga bikin dianya gak nyaman seperti tidak di percaya dan lain2. ah aku jadi curhat ..

      Suka

    • Rissaid

      Aku kecewa aku terluka
      Dengan cerita antara engkau dan dia
      Kini hatiku jadi membeku
      Saat mendengar engkau ada di peluknya

      Aku cemburu mengingat kamu dipeluknya
      Ku yakin diriku yang lebih baik dirinya… XD

      Suka

      • Rifqy Faiza Rahman

        Mungkin diriku tak pernah bisa
        Dan tak pernah bisa untuk dapatkan dirimu
        Mungkin mimpiku yang akan bisa
        Wujudkan cinta antara engkau dan aku
        (Antara engkau dan diriku)

        Biarlah kupergi
        Biarlah kupergi
        Walau hati perih… 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s