Bila Tidak di Dunia, Kaulah Suamiku di Akhirat.

Setelah semua musibah yang menimpa kita, kamu yang terlanjur tersakiti oleh pengabaianku, aku yang terluka oleh bekunya hatimu akibat perih yang pernah ku toreh sendiri. Yang awal mulanya justru bukanlah dari kita, diluar dari kemampuanmu dan aku, kamu lelaki yang tak punya apapun secara materi dan aku perempuan yang tak kuasa hanya bisa menurut agar tak disebut durhaka. Membuatku paham, teringat ucapku dikala itu, saat engkau hendak pergi, terusir bersama perih hati.

“Hati saya dipenuhi cinta kepada kau. Dan biar Tuhan mendengarkan bahwa engkaulah Zainudin yang akan menjadi suamiku kelak, bila tidak di dunia, kau lah suamiku di akhirat.”

Tuhan memang tidak berencana menjadikan kita sepasang insan yang mencintai di dunia, melainkan di akhirat. Seperti saat aku bahkan merubah tampilanku sederhana dengan harapan barangkali akan berjumpa denganmu, tapi malah berbuah salah paham, terlalu singkat untuk bisa menjelaskan, lantas kamu kira aku berubah, bukan permatamu yang dahulu lagi. Juga saat aku pergi dengan memaksakan diri memantapkan hati, bersedih kalau aku permatamu yang tak lagi kau bukakan pintu hati, sedangkan kamu pun tersiksa menghitung tiap langkah ku pergi lantas kemudian berusaha mengejarku, membawa aku pulang ke hatimu kembali. Tapi, Tuhan memang berencana menjadikan kita sepasang kekasih di akhirat. Langkahmu tak mampu menyamai jalan cerita Tuhan. Tidak mengapa kekasihku, yang penting aku paham kamu sudah berlari hingga nafasmu jauh lebih memburu, berusaha menggenggam tanganku kembali. Bersabarlah sayang, Tuhan justru berbaik hati, hanya soal waktu, ketika kita kembali berjumpa, mengikat tali cinta yang jauh lebih abadi.

***

Kutipan berasal dari dialog film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Malang, 18 Januari 2015.

Iklan

9 thoughts on “Bila Tidak di Dunia, Kaulah Suamiku di Akhirat.

  1. Gara

    Kayaknya sudah mulai introspeksi diri ya Mbak atas kejadian kemarin *maafkan kalau saya lancang*. Semoga bisa menerima dan jadi pelajaran buat benah-benah diri menuju pribadi yang lebih baik ya Mbak :amin. Semua pasti terjadi dengan suatu maksud, saya yakin. Dan maksud itu pasti telah disiapkan Tuhan supaya kita bisa berkembang, belajar, dan pada akhirnya jadi lebih baik dari hari ini.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s