Kekasih Tanpa Kabar

“Aku paham bahwa naluri dasar setiap manusia adalah kebebasan. Tapi kau juga harus paham bahwa merindu itu menyesakkan.”

Mungkin, kau hanya butuh waktu untuk sendiri. Kau butuh melepaskan penat, kau terlampau jengah pada rutinitas, dan sendiri adalah caramu menjaga keutuhan jiwa.

Tapi kau juga harusnya paham bahwa merindu itu menyesakkan, dan terkoyak melawan prasangka itu melelahkan. Aku tak ingin membiarkan diri sibuk berasumsi, dan percaya adalah apa yang harus ku jaga.

Tapi bukankah ketika kamu memilih aku, ketika kamu memberiku celah untuk masuk, tidakkah aku berhak atas kabarmu?

Aku hanya terlampau rindu dan khawatir sayang.

Malang, November 2015.

Iklan

2 thoughts on “Kekasih Tanpa Kabar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s