Cinta Itu Sengit

Barangkali, romantis itu juga bisa seperti proyek album Indie Art Wedding, sebuah album beirisi empat lagu oleh sepasang kekasih sebagai kenang-kenangan pernikahan, barangkali cinta itu seperti lagu mereka, Cinta Itu Sengit. Seringkali, aku tersenyum sendiri mendengarkannya, mendengar nyanyian yang serupa tentang kita, aku tak suka kalau kamu merokok, kamu tak suka kalau aku tak suka kamu merokok. Seringkali kamu usil menggodai dengan sengaja mengepul asap rokok depan layar hpmu untuk aku yang dibalik layar hpmu yang jauh dari mampu mengambil rokokmu, alasan klasik kalau dadaku bisa sesak hanya jadi alibiku yang tak terpakai lagi. Aku tak suka, tapi adanya aku selalu tertawa, perihal kamu dengan caramu menggoda. Kamu tak suka kalau aku cemberut, aku tak suka kalau kamu tak suka aku cemberut, karena seringkali kamu memang usil untuk kemudian tertawa mendengar rengutanku, demi tawamu, cemberutku tak lagi menggantung. Cinta itu sengit, kita saling tarik menarik, aku dan kamu seringkali mendebatkan hal-hal sederhana untuk kemudian tertawa perihal cinta.

Iklan

21 thoughts on “Cinta Itu Sengit

  1. A. Prakosa

    Indah banget ikutan ngebayanginnya, ris.. memang hal sederhana semacem itu terkadang paling berasa ketika kelak sudah menjadi sebuah “kenangan”. ­čÖé

    (POV anak-anak di sebelah kalian)
    mah .. mah.. keren banget mulut om nya…. bisa kebakar gitu banyak asepnya…
    #sambilnunjuknunjuk

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s