Dewasa, Kartun, dan Video Games.

Pernah satu waktu, seorang teman berceletuk, seiring bertambahnya usia, kartun dan permainan  semacam playstation itu seharusnya sudah tak jadi perihal. Padahal sejatinya, para orang dewasa justru harus tau perkembangan film-film kartun, anime, dsbnya. Begitupula dengan permainan playstation, dan sejenisnya sebagai pengawas bagi para anak-anak yang belum sepenuhnya bisa menyaring apa yang ditampilkan.

Kemasan ‘kartun’ tidak menjamin bahwa tontonan tersebut sepenuhnya layak untuk anak-anak, bahkan untuk film Disney yang sering jadi favorit anak-anak, orangtua harus tetap mengawasi karena Disney tidak jarang menampilkan adegan ciuman putri dan pangeran di akhir cerita. Selain itu, untuk anime, tidak jarang pakaian yang ditampilkan terlihat terlalu seksi dan minim, untuk anime sendiri sebenarnya ada tingkatan istilah untuk anime yang usianya delapanbelas tahun ke atas, jadi tidak semua yang berjudul ‘anime’ itu selalu untuk anak-anak. 

Bagi orangtua yang membelikan sang anak playstation dan sejenisnya pun harus paham dan memperhatikan kaset yang dibeli oleh sang anak. Permainan yang cukup terkenal adalah GTA (Grand Theft Auto) yang bertema kehidupan jalanan yang biasanya digemari anak laki-laki. Sekilas terlihat hanya balapan dijalanan, tapi ada adegan ketika si pemain mendatangi sang kekasih dirumah, jika versi Indonesia hanya terlihat bagian depan rumah sang kekasih dengan audio yang ‘absurd’ bagi anak-anak tapi orang dewasa akan paham. Versi asli GTA ataupun versi GTA dengan karakter Spiderman, dll merupakan versi tanpa sensor, versi ini memperlihatkan adegan tidak senonoh yang sebaiknya tidak ditonton oleh anak kecil. Adegan ini disebut ‘misi kekasih’ yang bisa diulang kapan saja sang pemain menginginkannya, sehingga ini cukup berbahaya, suatu kegiatan yang ditonton ulang bisa menjadi candu dan mengundang untuk keinginan mencoba.  Banyak permainan lain yang kesannya seperti petualangan tapi ada terselip adegan-adegan dewasa seperti God of War, dsbnya. Bahkan ada permainan-permainan dewasa seperti Leisure Suit Harry, dsbnya.

Penting bagi orangtua, para orang dewasa untuk mengawasi tontonan, dan permainan anak. Untuk terlebih dahulu menonton film tersebut, dan memastikan untuk memeriksa secara teratur kaset-kaset permainan yang dibeli anak, keponakan, atau adik kecil. Bahkan lebih baik jika ditemani selama menonton dan bermain game.

 

 

Iklan

22 thoughts on “Dewasa, Kartun, dan Video Games.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s