Menghilangkan Jejak

image

Beberapa waktu yang lalu, sekitar pukul tiga pagi aku sering terbangun,  entah mengapa, untuk kemudian selalu memikirkan hal yang sama, tentang kehidupan.  Menerka-nerka sebab akibat atas rentetan kejadian yang sebatas menjadi kenangan.  Mengkhawatirkan jejak langkah kedepannya bagaimana,  barangkali ini sindrom menuanya usia, seorang teman pernah bercerita bahwanya seiring usia makin bertambah, kita mulai berpikir atas tuntutan dimana akan bekerja seusai lulus pun akan bagaimana selanjutnya, dsbnya.  Mungkin segala kekhawatiran atas macam perihal ini yang mengganggu tidurku,  membangunkan lelapku. Pada satu waktu,  pikiran ini menjadi jauh lebih serius,  aku memikirkan kematian,  tentang ketika aku pergi,  apa yang akan aku tinggalkan. Perihal ini kemudian menjadi alasan mengapa aku membakar diariku, aku tak ingin meninggalkan jejak,  setidaknya bukan catatan harianku yang hanya akan membuat orang-orang yang menyayangiku menerka-nerka atas sekelumit kesedihan yang pernah tertulis disana. Aku memang kerap kali menyamarkan ceritaku dalam diari, tetapi diari semasa sekolah dasar adalah pengecualian. Aku tak sepenuhnya membakar diari yang merupakan kenangan dari adik ayah dan almarhum kakek, hanya lembaran yang tertulis serta foto-foto kenangan yang cukup hanya aku dan orang yang terlibat yang tau. Aku pikir,  jika sewaktu-waktu aku pergi,  setidaknya bagian-bagian yang tertinggal adalah jejak langkah yang bahagia,  biar yang ditinggalkan tak perlu menerka-nerka dan penuh sesal pun kecewa.

Iklan

23 thoughts on “Menghilangkan Jejak

  1. bibirjari

    Baca tulisan mbak yang ini, rasanya pengen bilang “GUE BANGET” hehehhe 🙂
    aku juga sering bakar diary dengan alasan yang kurang lebih sama. Tapi kalau cover diarynya unik, kadang-kadang hanya isinya yang kubakar, lalu sampulnya tetap dipajang dideretan buku-buku yang lain.

    sepertinya tulisan-tulisan mbak rissa wajib jadi menu asupan setiap kali online 🙂
    Manis, gurih, kadang pedas tapi sesuai selera 🙂
    udah boleh nih mbak nerbitin buku, Tulisannya keren-keren loh.

    Disukai oleh 1 orang

    • Rissaid

      Wah ternyata aku ga sendiri, aku sempat mikir, apa aku aneh ya? Serius amat gituu. :”

      Aku jugaa kalau bagus covernya hihi.

      Aakk mbaaa, terimakasih ❤, saya terharu. Speechless. Niatnya blog ini dulu supaya bs mengingatkan diri sendiri dan inspirasi buat pembacanya, jd saya senang klu tulisan saya smcm ‘asupan’. Aamiin. :’)

      Suka

      • bibirjari

        Serius ini blog mbak Rissa bagus banget. Aku suka sama tulisan-tulisannya. Mbak Rissa suka baca tulisan-tulisan kek gimana sih sampai tulisannya bisa keren-keren gini? Kadang kalau ditelaah mbaknya seperti cuma curhat biasa tapi diksinya gak biasa. Cara menyampaikannya juga bagus, ada seninya.

        Pas baca tulisan yang ini, aku juga ngerasa akhirnya bukan aku aja yang aneh. Masih SD udah punya diary :v pas SMP di beliin mama. Pas Isinya udah mulai ada yang aneh, dibakar biar ngehilangin jejak :v hahhahaha

        Disukai oleh 1 orang

        • Rissaid

          Alhamdulillah. U made my day mba ❤ saya ada rekomendasi blog mas Rivan, rivanlee.net klu ga salah, coba search d google nama beliau mesti ada. Di kategori sastranya saya tergila2 hehe. Eh keliatan yg curhatnya, jd malu hehe.

          SD kelas brapa mba? SMA punya juga? Sekarang? 🙂

          Suka

          • bibirjari

            Wah makasih mbak udah mau berbagi asupan baru 🙂 SD kalau gak salah kelas 2 apa kelas berapa yah. Yang jelas aku suka nulis sejak kelas 2 SD, meskipun sampai sekarang belum ada perkembangan yang baik :v ehheheh

            SMP dan SMA itu sperti ngoleksi diary deh. hehehee dari yang covernya berbulu, pakai gembok, sampai manfaatin komik lama (biar gak ketahuan dalamnya diisi sama curhatan-curhatan) hehehe. Kuliah aku juga punya, bahkan sampai sekarang. Ini kalau nggak tadi baca tulisan mbak, aku gak nyadar kalau udah kehilangan satu diary penting pemberian Almarhum kakek 😦 *

            *Bongkar lemari

            Disukai oleh 1 orang

            • Rissaid

              T Nggih 🙂

              wah lama ya, keren ibu ngasih diari biar sekalian belajar nulis. Jd total brapa nih mba? Aku diari mek 2, hehe.

              Koleksi gitu semua d tulisin? Wah, saya baru tahu manfaatin komik gitu, asal hati2 sm spupu kdg pen baca komik kan hehe.

              Klu pen yg teknologi bs pake microsoft one note bs d password kcuali suka nulis tangan

              Eh kok sama lagiiii, diari saya 1nya itu ya df almarhum kakek. :/ (speechless lagi)

              Suka

            • bibirjari

              Iya sih mama selalu dukung kalau soal nulis. Kalau total koleksi udah gak kehitung karena beberapa sudah ikut terbakar, hilang pas pindahan dan sedihnya yang hilang tuh biasanya berisi tulisan-tulisan penting gitu.

              Kalau soal ditulisin semua kadang-kadang enggak. Tapi beberapa full dan kerap aku bawa kemana-mana kalau msalnya mau stay dimana. karena takut kebaca sama org rumah :v hhhh

              Aku sebenarnya lebih suka nulis dan baca buku asli. Apalagi kalau kertasnya udah agak kuning dan buram :v. Kayak buku diary yang punya kakek aku. Didalemnya kan ada peta gitu, nomer2 telfon dan lumayan tebel. Karena kakek nulisnya nggak sampai ngabisin banyak kertas, sisanya aku yang pake heehhe *selera aku emang agak anehhhh

              Tapi belakangan teman nyaranin buat aktif nulis di blog, makanya mulai nulis lagi. Jadi butuh asupan yang keren biar tulisannya bisa mirip kecenya sama tulisan mbak Rissa hehehe

              Disukai oleh 1 orang

            • Rissaid

              Eh kok kebakar (?), yang sengaja itu yaa? mudahan yg ketinggalan itu ga kebaca ya :’)

              Apa gak bahaya kalau d bawa2? Semisal kelupaan lg hehe.

              Suka yg klasik gitu ya? Vintage? 🙂

              Enggak aneh, aku juga suka klu model2 jaman dulu, aku sering ngambil punya ibuku hehe.

              Oiya, d blog bisa jd diari lho, opsinga tinggal ngubah private apa d kunci, dua2nya gak akan bisa d akses kecuali admin blog. Aku sering pake mode private hehe.

              Aaaak, pastii pastii, bahkan lebih baik, aku juga masih belajar. Mari sama2 tetap menulis

              Anyway, aku boleh manggil apa ini? 🙂

              Suka

            • bibirjari

              hehehhe sengaja di bakar.

              iya sih resikonya kalau dibawa-bawa mulu, yaa suka kelupaan ketinggalan dimana gitu. Asli aku orgnya pelupa banget, jd apa2 sbnrnya kek password atau apa, pasti aku tulis di diary.

              wah aku baru tahu kalau di blog bs gitu, ntar kapan2 aku coba hehehe.

              🙂 mari menulis
              oca aja

              Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s