Ibumu atau Aku?

Kamu pilih ibumu atau aku?

Aku tak habis pikir dan tak mengerti perihal apa yang ada dalam pikiran perempuan itu, mudah saja ia melontarkan pertanyaan itu terhadapat lelakinya. Aku menggerutu pelan, bagaimana seorang perempuan yang bahkan belum menjadi kekasih halal sepenuhnya bertanya seperti itu, di depan banyak orang, di depan ibu sang lelaki.

Kemarin sore, di salah satu siaran televisi, ada sebuah acara bincang-bincang dimana seorang ibu meminta anak lelakinya kembali ke daerah asal untuk mencoba pekerjaan yang dipilihkan ibunya, dilemanya ada pada si lelaki, ia tak ingin mencoba pekerjaan pilihan ibunya sehingga ia tak kunjung pulang dan bertahan di kota rantauan dimana ia bertemu dengan perempuan yang menjadi kekasihnya untuk mencari pekerjaan sendiri. Kekasih lelaki ini kemudian mendukung  kehendak lelaki tersebut untuk bertahan di rantauan dan tetap bersamanya.

Hal yang mencuri perhatianku adalah pertanyaan konyol yang dilemparkan oleh si perempuan. Buatku pertanyaan itu konyol, bagaimana bisa seorang perempuan yang baru sebentar mencintai membandingkan diri dengan perempuan yang telah melahirkan lelakinya dengan sepenuh hati. Perempuan yang melewatkan sembilan bulan bersusah payah, membesarkan, menyusui, dan mudah saja ia suruh memilih.

Bagiku, memilih kekasih sama halnya  memilih seseorang yang juga mau menyayangi bapak ibukku. Yang mau meluangkan waktu bersamaku untuk mereka di hari tua nantinya, sekedar membawa jalan-jalan ke taman, sekedar datang untuk makan siang atau malam, menemani bapak memancing, atau sekedar duduk-duduk. Sebab aku adalah sesuatu yang mereka jaga, maka aku ingin seseorang yang akan berkenan balik menjaga mereka.

Terlebih bagi seorang anak laki-laki, seorang ibu akan selalu jadi wanita pertama yang harus selalu ia patuhi sebelum dan sesudah menikah sekalipun.

Iklan

17 thoughts on “Ibumu atau Aku?

  1. Dyah

    Kalau sama mertua itu ya sama aja kayak sama ortu sendiri sih. Apalagi aku udah GA punya emak jadi ibu mertua itu sesuatu banget apalagi beliau baek dan bisa diajak becanda.
    Aku sendiri juga suka kasih sesuatu buat beliau. Apapun yang diperlukan pasti aku usahain yang terbaik. Ibaratnya nasi tinggal sesuap udah mau nyampek mulut kalau beliau yang minta pasti kukasih.
    Jadi kalau ada seseorang entah laki entaj perempuan yang udah begitu jahat sama bakal calon mertuanya, berarti dia belum siap jadi bakal calon mantu.

    Disukai oleh 1 orang

    • Rissaid

      Wah, seperti nasihat ibu saya bu Dyah hehe. Syukurlah keberadaan mertuanya bu Dyah jg bs bkin bahagia.
      Betul bu, ibu saya jg wanti2 cari laki2 yg jg baik ke ortu jua. Yang sy bgung bu, sy pnah menyayangi seseorang lelaki hgg ibunya, krn dia adlh org kesayangan laki2 sy td bu, jd sy heran jg sm prmpuan yg tdk mau bgtu hhe.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s