Move On

Tau kenapa ada kata move on? Kalau baper terus ntar hatinya makin bolong,  susah gak bisa ditambal macam ban motor.

Yakali baper bisa di lawan? bisa kok, berhenti stalking, hapus pesannya, realistis. Realistis? Buka hati sama realita, perasaan boleh terlanjur mengendap di dada tapi bicara komitmen, banyak banget yang harus dipertimbangkan.

Jadi yang paling pertama move on soal hubungannya,  yang kedua itu move on soal perasaanya.  Karena yang namanya kenangan itu hanya dua, membahagiakan atau memberatkan.

Capek kan maju ke depan dengan hati yang masih keberatan kenangan? Ngebahagiain engga,  nyesek iya.

Usaha move on itu tidak perlu memaksakan melupakan tapi mau berteman dengan realita,  bahwanya tidak semua hubungan harus dipertahankan dan melepaskan segala kenangan yang hanya memberatkan.

Sekali duakali mungkin segala memori masih suka hinggap di kepala atau mengusik lewat banyak hal yang mengingatkan seperti lagu yang tiba-tiba kedengaran di radio atau kutipan-kutipan galau. Tidak mengapa,  tertatih-tatih memang hati ketika ingin pergi dengan sebagian hati yang terluka.

Nanti dengan usaha dan waktu, luka itu sudah mengering. Kamu akan baik-baik saja. Melelahkan memang tapi lebih melelahkan lagi berjuang sendiri membangun ‘kita’ ketika hanya kamu yang tersisa.

Iklan

8 thoughts on “Move On

  1. Siro Gane

    Pernah baper sama temen sendiri, mungkin karena udah lama bareng dan suatu hari kondisi hati sama-sama kosong. Tapi mencoba liat realita, liat pertemanan udah lama, untunglah perasaan baper semakin memudar 😁😁😁😂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s