Hasrat

Peringatan:
Puisi dibawah mungkin sedikit (maaf)  ‘mesum’ dan bahasanya tidak nyaman bagi beberapa. Ini merupakan catatan di kala bosan dan iseng menjawab tantangan teman. Bahwanya setiap manusia punya titik imaginasi terliar tersendiri.


Jemput aku di ujung senja
Dekap aku dengan penuh mesra
Biar ku ciumi kamu dengan manja
Melepas hasrat yang senantiasa membara
Seolah dunia hanya milik kita pun esok takkan tiba.

09/11/2015


Jika di penghujung senja ku temui kedua bola matamu,  aku tak ingin mengucap cinta ataupun memberimu rangkaian rindu yang selama ini ku simpan di dompetku. Biar bibirku menyampaikan cinta dan rindu yang tertahan langsung ke bibirmu,  dan aku tak peduli jika bukan aku yang mengecup perawannya bibirmu,  asal hanya aku yang kau biarkan menciumimu. 09/11/2015


Jangan terlalu lama pergi
Di ujung senja kekasihmu menunggui
Bersama diri yang menahan birahi
Maka siap saja kau kan habis diciumi
Pelampiasan rindu akan lamanya menanti
10/09/2015


Iklan

18 thoughts on “Hasrat

  1. zahradiian95

    Kadang kadang tulisan begini membuat pembacanya lebih liar dari penulisnya.. sungguh!! Aku juga ada beberapa puisi sperti ini. Tapi gak pernah di publikasikan. Terakhir aku tunjukin ke temen. Dan dia bilang, puisi kaya gini keren- tapi ga baik buat pembaca. Apalagi pembacanya jones. Hahaha

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s