Sekedar Tanya

12.1

Aku tak pernah bilang bahwanya perpisahan kita adalah sebab dari aku yang sudah berhenti mencintai kamu. Tapi jika kau tanyakan masihkah sekelumit cinta bersemayam di dadaku, entahlah, aku merasa buntu untuk bisa menjawabnya. Tapi aku tak pernah benar-benar berhenti memikirkan kamu, setidaknya hingga saat ini. Jelas saja aku kecewa dan marah, tapi aku jauh dari mampu membenci kamu. Seperti katamu, barangkali aku memang begitu meyayangi kamu, jika masih mengkhawatirkan kamu terhitung sebagai buktinya atau mungkin sekedar karena kamu adalah orang yang pernah ku cinta. Intinya aku bertanya-tanya, kamu baik-baik saja? sebab ada satu kebiasaan yang ku pahami dari kamu, menghapus foto profilmu ketika kamu sedang jengah terhadap suatu perihal dan tidak ingin diganggu. Rasa khawatirku serupa penggalan puisi pendek Aan Mansyur..Lihat tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.  Aku paham betul kita sudah berada di persimpangan yang berbeda. Tanda tanyaku adalah sebuah kebodohan sebab  setelah semua luka tapi aku masih mengkhawatirkan kamu, lebih tepatnya membiarkan dadaku sesak karena setiap kenangan tentang kamu seolah meneteskan cuka pada luka. Tapi sungguh, aku hanya sekedar khawatir. Harapku adalah kamu harus baik-baik saja, bukan karena aku masih begitu mencintai kamu, hanya saja mengkhawatirkan seseorang yang seharusnya menjadi sebatas masa lalu itu cukup melelahkan, aku hanya ingin berada di titik teduhku, tak peduli lagi tetangmu, hati dengan sekelumit damai melepaskan segala harap dan kenangan.

Iklan

11 thoughts on “Sekedar Tanya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s