Usai

Kamu jelas tau bagaimana aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai aku, dan harus ku akui memang adanya begitu. Kamu jelas paham bagaimana aku masih memikirkan kamu. Lalu kamu begitu tau membuat aku menerka-nerka dalam kekhawatiran dan kesedihan. Kamu betul-betul lihai dan telah berhasil dengan permainanmu, bermain-main dengan perasaan perempuan yang mencintai kamu, barangkali lucu bagimu untuk melihat sendu laraku. Hatiku sekonyong-konyongnya kembali terluka, kebenaran yang kembali menuai air mata. Harus ku akui menyedihkan memang, bagaimana banyak usaha yang ku lakukan melawan rasa dan kenangan di dada atas kamu, tapi barangkali di setiap kebenaran adalah peringatan untuk melepaskan, lalu ku buat semua menjadi sederhana, persetan dengan kau dan kenangan.

Iklan

4 thoughts on “Usai

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s