Pesan Singkat

Untuk seperkian detik, aku hendak menghapus seluruh pesan singkat darimu, tapi seperi kemarin-kemarin yang terlewati, niatku urung lagi, pesanmu masih disitu, di telepon genggam kecilku walau sudah begitu basi.

Aku tahu, kalau sahabat-sahabatku tahu, ini bisa jadi perkara, lalu mereka akan mulai menasehatiku dengan segala perihal lalu dikait-kaitkan dengen kutipan-kutipan tokoh bijak. Bahkan mereka akan mulai menyodorkan segala bukti dan realita sebagai dalil mereka untuk membenarkan menghapus pesan singkatmu. Pada akhir usaha mereka, akan ada ultimatum seperti sebelum-sebelumnya, membuat pilihan antara mereka atau kamu.

Tentu saja aku masih di titik kewarasanku, memilih mereka dari pada kamu, begitu ucapku. Menyembunyikan pesan singkatmu, rahasia kecilku. Pesan singkat yang terlampau basi, berbulan-bulan sejak masa kadaluarsanya. Barangkali hingga natal tahun depan pun masih akan sama, bertahan di telepon genggam kecilku.

Pesan singkatmu masih disana, ditelepon genggamku. Masih begitu-begitu saja sejak terakhir kali kita saling mengabari. Ku putuskan harus tetap disana, alasan mutlak mengapa perpisahan kita bukanlah sesuatu yang perlu ku tangisi berlarut-larut. Sebab perlu ku tanamkan pada memori, kamu, sekedar bajingan yang bermain-main dengan perasaan.

Iklan

6 thoughts on “Pesan Singkat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s