Pujangga

Jatuh cinta pada pujangga sepertimu semacam memasuki lorong labirin. Ada banyak kebingungan dikepalaku, menerka-nerka tiap tulisanmu, entah perempuan mana yang ada pada puisimu. Kadang menyiutkan hatiku, sebab terkadang sepertinya bukan aku. Konyolnya, terkadang aku cemburu, cemburu pada perempuan yang belum tentu nyata, yang barangkali sekedar imajinasimu. Jatuh cinta yang paling rumit adalah jatuh cinta pada pujangga sepertimu, selalu membuatku menerka-nerka isi hatimu, adakah aku dalam puisimu?

Barangkali jatuh cinta yang paling rumit adalah terhadap seorang pujangga. Tiap syairnya membuatmu menerka-nerka, adakah dirimu dalam tiap baitnya.

Iklan

46 thoughts on “Pujangga

  1. Dyah

    Maka…
    Jangan mau lagi punya kekasih pujangga
    Jika hanya membuatmu menerka-nerka
    Setiap kata hanya permainan diksi adanya
    Belum tentu kau ada di sana
    Atau…
    Kau yang sesungguhnya tak mampu meraba?#komporgas#

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s