Dear Kamu

Dear kamu, diluar sana akan ada banyak lelaki dengan alibi cinta yang bermacam-macam, dan dari sekian banyak, ada yang begitu pandai bermain-main dengan perasaan, ada yang pandai menyembunyikan kebajingannya, ada yang sejatinya pesakitan tapi semua beralibi cinta.

Kamu perlu untuk hati-hati, ada yang begitu saja pergi lalu membuatmu bertanya-tanya, segala hal yang kalian lewati, tidakkah itu berarti pula buatnya? jelas tidak, ia hanya tau bermain-main dengan perasaan. Lalu ada yang membuatmu menerka-menerka apa ia benar cinta? sebab ia hanya ada ketika ia yang butuh kamu, seringkali kamu harus mencari-cari ia untuk sekedar kabar. Lalu ada yang pergi begitu saja seusai mendapatkan tubuhmu, ada banyak cara yang ia lakukan untuk membuatmu luluh, ia akan membuat goyah dengan bertanya apakah kamu tidak percaya pada ia bahwanya kalian akan menikah, mempertanyaankan keseriusanmu, sedangkan serius tidak pernah urusan tubuh, cinta tidak sedangkal urusan kelamin, camkan itu. Lalu ada yang mengalibikan posesifnya sebagai tanda cemburu atas dasar cinta, kamu perlu tahu, cinta tidak pernah mengekang. Ada pula yang berusaha mengontrol kamu hingga teman di media sosialmu, pertemanan di kehidupan nyatamu, ia bilang ia cemburu dan takut kehilangan kamu sebab cinta bisa saja tumbuh dari pertemanan, tidak, cinta perlu saling percaya, dan kamu perlu kehidupan sosial, kamu masih manusia walau statusmu kekasihnya. Lalu ada yang berani memukuli kamu, ia bilang salahmu, andai kamu tak begitu ia tak akan begitu, tidak, cinta tak  akan pernah menyakitimu, itu alibinya, jelas dia gila. Diluar sana, ada lelaki yang sebenarnya pesakitan, dia hanya butuh kamu, bukan ingin. Ia butuh kamu untuk merasa lebih baik sebab ia punya kekasih, atau sekedar mendengarkan segala keluh kesahmu, bahkan menjadi samsaknya ketika ia emosi.

Segala pembenaran di otakmu atas sikapnya, itu bisa jadi kamu sudah mulai gila. Karena mereka paling pandai  dalam memanipulasi perasaan dan pikiran, alibi mereka cinta, ya cinta, mereka akan selalu membujuki kamu bahkan memohon pada kamu, mereka bilang segala sikap mereka adalah kesalahan kamu, lalu kamu mulai berpikir untuk merubah kebiasaanmu, mengikuti permainan mereka, tidak berteman dengan lelaki di media sosial misalnya, tidak keluar bersama teman-teman lelakimu, memberikan passwordmu dan sebagainya. Kamu menghindari hal-hal yang tidak lelakimu sukai, dan kamu tanpa sadar sudah mulai kehilangan jati dirimu sendiri.

Kamu melakukan banyak pembenaran di otakmu atas sikapnya, pikirmu, setidaknya ia masih punya ciri-ciri lelaki yang mencintai seorang perempuan berdasarkan artikel di internet. Ku beritahu sesuatu, yang harusnya kamu baca itu adalah artikel batasan-batasan yang tidak boleh seorang lelaki lakukan padamu, sebab semua orang bisa belajar untuk berpura-pura mencintai, bahkan menjadikan artikel itu sebagai panduan seolah mereka benar-benar cinta, mudah sekali untuk melakukannya. Sebab ada tipe lelaki diluar sana yang tak pandai membicarakan dan menunjukkan perasaan, tapi mereka adalah tipe lelaki sopan dan paham memperlakukan perempuan dengan benar.

Dan lelaki yang pandai mengumbar janji, sumpah, terlalu sering meminta maaf, seringkali merekalah yang tong kosong nyaring bunyinya. Kamu tahu kan banyak pujangga diluar sana? bisa saja puisi yang ia kirim itu hasil dari copy paste entah dimana. Diluar sana juga banyak pedoman untuk bersikap romantis tapi yang perlu kamu camkan adalah lelaki yang memperlakukan kamu dengan tepat.

Tenang, tak semua lelaki srigala, tapi kamu harus tetap waspada. Jangan kehilangan dirimu dalam proses mencintai orang yang salah. Melelahkan.

Terakhir, jika ia kamu terjebak, kamu jelas butuh pertolongan, sebab melepaskan memang tak mudah tapi tak berarti tak bisa. Sayangi dirimu untuk tidak menerima yang bukan sepantasnya. It is better to be alone than in the wrong company. 

 

Iklan

43 thoughts on “Dear Kamu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s