Berbesar Hati

Aku pernah mencintaimu, dan aku enggan memungkiri itu.
Aku enggan memungkiri segala kebenaran atas rasaku padamu, atas rindu yang ku selipkan dalam tiap puisiku, dan memang harus ku akui sajak-sajakku bernafaskan namamu, sendu laraku adalah tentang hatiku yang patah karenamu.

Disamping sakit hati, dan kesedihanku atas pengkhianatanmu, aku mengakui bahwa kamu lelaki yang pernah begitu spesial sebab membuatku sebegitu menjadi pesakitan cinta atas dirimu. Bahwa aku pernah menjadi perempuan yang begitu menyayangi kamu hingga titik bodohku, mempercayai kalau kamu akan berubah dan selalu begitu, hanya sekedar katamu.

Aku tak akan memungkiri tiap detik yang pernah ku lewati memikirkanmu, aku yang kasmaran karenamu, aku yang pernah bahagia dengan caramu mencintaiku, hingga separuh hatiku yang patah atas ulahmu, mataku yang sembab sebab tangisku atas perlakuanmu, luka di dadaku atas harapku yang terkoyak realita.

Aku memilih berbesar hati, dan menerima semua, kamu pernah menjadi bagian dari cerita, cerita yang ikut serta mendewasakan aku, memahami hakikat mencintai dengan terlebih dahulu menyayangi diri, dan melepaskanmu pergi. Aku belajar untuk lebih berhati-hati perihal mencintai.

Sebab luka takkan sembuh dengan sekedar memungkiri, kau perlu untuk berbesar hati, menerima semua luka dan pedih di dada, tiba pada titik teduh, penerimaan atas semua cerita.

Iklan

36 thoughts on “Berbesar Hati

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s