Lelaki Paling Tabah

Dengan langkah gontai, dan separuh hati yang patah, ku seret kakiku untuk lekas pulang. Seperkian detik yang lalu, ku sadari aku telah begitu bodoh dan sia-sia. Kehilangan malam-malam dengan bersendu lara, hingga alpa dengan keberadaanmu disampingku.

Seperkian bulan ku ratapi luka di dada dengan seribu tanya akan realita yang tak kunjung ingin ku terima, sedang kamu masih di tempat yang sama, di bawah Pohon Wŕosped menantiku, menjadi lelaki yang paling tabah berusaha memahamiku.

Seperkian malam ku ratapi perih jalan cerita atas lelaki yang telah begitu jahat, sedang tanpa ku sadari, aku lah yang telah jahat, menangisi lelaki lain sedang bahumu lah tempatku bersandar.

Aku telah begitu alpa akan keberadaanmu, kamu yang selalu ada untukku, mendengarkan ceritaku, menemaniku belajar bahasa Isyarat di bawah Pohon Wŕosped sembari menunggu senja yang selalu menjadi favoritku dengan mengesampingkan jarak rumahmu yang begitu jauh.

Aku sungguh telah alpa atas kamu yang tertawa pada tiap candaanku, dan kamu yang menghapus air mataku lalu berusaha membuatku tertawa dengan caramu. Pun aku telah begitu lalai menjaga perasaanmu dengan bersendu lara di depanmu yang telah begitu mengkhawatirkanku.

Terlalu sering pula aku berdusta padamu perihal melepaskan, tentang aku yang mau berdamai dengan masa lalu tiap kali kita melepaskan balon bersama-sama, adanya aku melewati tiap malam berkutat dengan masa lalu. Aku begitu tenggelam dengan segala kenang, dan lupa bahwa kamu yang selalu berada di sisiku.


Semoga waktu masih berbaik hati padaku, semoga kamu masih disana menungguku, di bawah Pohon Wŕosped kita. Semoga kamu masih menjadi lelaki yang paling tabah memahamiku. Semoga kamu masihlah lelaki berkacamata dengan rasa yang sama, lelaki yang masih mau mendengarkan segala ceritaku, dan aku berjanji, kedepannya, aku hanya akan membahas tentang kita, dan Bunda yang biasa kamu panggil dengan sebutan tante Dyah. Aku berjanji, hanya akan ada cerita tentang kita.

Terimakasih telah menjadi lelaki yang paling tabah memahamiku, Toro.

Catatan terkait:

Iklan

32 thoughts on “Lelaki Paling Tabah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s