Si Penabur Bahagia

“Maka dengarkanlah duhai Arin, gadis Bunda yang cantik. Biarkan masa lalu menemui jalannya sendiri. Dan kamu, temukan bahagiamu sendiri. Untuk apa masih bertahan dengan kelam duka berkepanjangan? Mengabaikan si penabur bahagia demi si pemantik lara?” #fiksibersahut

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s