Kita dan Nanti.

Harus ku akui, barangkali aku sedikit idealis urusan cinta. Kadang aku bisa begitu keras kepala dengan prinsip di kepala, perihal cinta yang seharusnya bagaimana.

Namun entah bagaimana, ada sebagian dari diriku yang luluh padamu, dan aku disini berada pada titik nyaman tanpa banyak berpikir harus bagaimana. Sedang aku tahu, ada banyak perihal yang seharusnya menjadi pertimbangan di antara kita.

Saat ini, aku hanya ingin menikmati percakapan sederhana di antara kita, dan caramu yang ku suka, memberi puisi-puisi kecil yang tak terduga, tentang kamu yang tak pernah memberikannya kepadaku secara langsung, melainkan ku dapati tiba-tiba dan tanpa ku kira.

Walau sedikit terbesit, aku enggan bertanya-tanya jika aku hanyalah bagian dari sekedar berpura-pura. Aku memilih mengesampingkannya, biarlah perasaan berada di dada pemiliknya tanpa harus banyak penjelasan dan dibicarakan. Pun aku, dibalik sisi melankolisku, rasanya kaku jika harus berbicara perasaan, dan aku masih pada hakikatnya perempuan, sedikit malu-malu.

Tapi satu hal yang pasti, aku ingin menjadi salah satu yang mendukungmu dalam kesibukanmu saat ini. Aku tak akan menjadi perempuan rewel yang menuntut kabarmu, aku tahu pada dua manusia selalu dibutuhkan sebuah jarak dan jeda.

Akupun tak tahu nantinya, berbicara perihal kita akan bagaimana, aku tak mau merumitkan itu. Tapi berbicara perihal dirimu, nantinya, aku ingin kamu tetap disisiku, entah sekedar bagaimana. Menjadi laki-laki yang paling menyenangkan untuk di ajak berdiskusi dan bercanda.

Pesanku hanya satu, semangat mengurangi satu batang Malboro tiap harinya.

Iklan

40 thoughts on “Kita dan Nanti.

  1. Senja Kelana

    Terlalu banyak pertanyaan yang cukup rumit untuk dijelaskan,

    namun ketahuilah setiap senja tiba aku selalu menghentikan masa kelanaku sejenak.

    Sekedar menanti wktu magrib yang tak cukup lama menungguhku utk bersujud, ataupun mengingat padangan sayumu serta garis tawa yang teduh dalam rumah pohon wrosped kala itu..

    berdua, aku dan kamu.

    Rindu..

    Disukai oleh 4 orang

      • Senja Kelana

        Hehee, nakal” km cinta aj :p

        Kata org-org sih,cewek” itu lebih suka sama badboy drpd sama cowok yang posesif, naif, kurang ajar dsb.

        tp prcya lah dik ak aslinya baik ko. *pembelaan* 😀

        # karna mereka yang bermain aman dan lurus” aja itu mereka yang membosankan, terlalu menghamba pada satu aspek searah yang monoton. Maka dari itu perubahan biasanya ada ditangan anak” bandel..
        ^____^

        Disukai oleh 1 orang

        • Rissaid

          Engga ah, ka Senja kan suka ngatain aku cengeng :3

          Enggaaa, cewe yang mana? Aku ga suka badboy, yang posesif, apalagiii kurang aja. Baik ya baik aj, ga pake betingkah *eh wkwkw
          Gpp mah aku, urusan bosan pasti luluh am perlakuan yang manis, gamau yang bandel2, lelah hati nanti wkwkw

          Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s