Lelaki, dan Insting Melindungi.

Beberapa waktu lalu, saya berenang bersama para kakak perempuan, disitu mbak saya nyeletuk

“Kalau saja ada Ayahmu disini, jangankan 3 meteran, papan loncat yang 1 meter pun kamu pasti sudah diteriaki turun.”

Mendengarnya saya hanya tertawa, keluarga besar paham bagaimana protektifnya Ayah terhadap putri-putrinya. Disamping beliau adalah seorang Ayah, pada dasarnya lelaki memiliki insting melindungi.

John Gray pernah mengatakan, lelaki dan insting melindungi adalah sesuatu yang tidak bisa dipisah. Saya suka mengamati perlakuan kakak, adik, ponakan, pun teman lelaki disekitar saya, membuktikan teori John Gray.

Para sahabat lelaki saya, walau kesannya mereka suka mengejek dan rusuh terhadap saya, insting melindungi mereka keluar saat kami mendaki. Mereka bergantian membawakan tas, memberikan kaos tangan, dsbnya. Dari perihal yang sederhana, ketika jalan, kadang mereka langsung merangkul bahu saya agar bergeser ketepian jalan ketika ada mobil lewat. Pun ketika saya menangis di telepon, mereka langsung menghampiri.

Para adik lelaki, mereka seringkali mengulurkan tangan ketika saya hendak turun dari mobil atau tangga. Menawarkan jaket, atau berdiri di depan saya di tengah keramaian, saya seringkali terkesima, saya boleh saja lebih tua, tetapi mereka tetaplah lelaki dengan insting melindungi.

Insting melindungi pun bisa sederhana lewat ketegasan ucapan, saya suka ketika seorang lelaki menegaskan makan+minum obat= istirahat lalu memang memberikan jeda, tidak menghubungi dan sebagainya untuk sementara.

Pun dari orang-orang asing, saya pernah sendirian membawa banyak barang belanjaan mbak, ada seorang lelaki yang kemudian membantu membawakan hingga ke parkiran lalu pamit begitu saja. Ketika saya tidak bisa menyalakan motor, diam-diam ada lelaki yang memperhatikan lalu menghampiri dan membantu. Pun ketika menyebrang jalan, barangkali seorang mas gemas bagaimana saya tak kunjung menyebrang, saya pun disebrangkan olehnya.

Pembuktian yang terakhir adalah dari seorang adik kecil, Prince yang baru berusia 4 tahun kala tahun lalu. Saya sedang duduk mengerjakan tugas di ruang tamu dan tetiba temannya Prince yang seusianya datang menggodai dengan memencet keyboard walau sudah lembut saya peringatkan, disitu Prince berceletuk

“Jangan ganggu kakak saya, nanti saya gak mau main temanan sama kamu”

Disitu saya terpukau dibuatnya, kalimat itu terdengar romantis di telinga saya,
masih sekecil itu sudah begitu paham melindungi, dan ternyata diam-diam dia memperhatikan sembari bermain mobil-mobilan.

Bahwanya lelaki memang memiliki insting melindungi, dan harus begitu. Lelaki yang bersikap lembut, menghargai dan melindungi perempuan akan cenderung tampak bersahaja di mata perempuan, terlebih saya. Pun tidak apa-apa tidak romantis, selama melindungi. Toh melindungi itu bahasa lain romantisme rasa sayang.

Iklan

24 thoughts on “Lelaki, dan Insting Melindungi.

  1. sunyafly

    Ih aku belom pernah ‘dilindungi’ sama laki-laki kek gitu hahaha (lah temennya perempuan semua) eh tapi ada deh satu, waktu itu mos SMA kan ada nangis nangis gitu aku kena marah dan ada cowo yang nepuk pundak terus bilang ” udah gak apa-apa,jangan nangis”

    Sayang, aku gak kenal sama dia sampe udah lulus wkwkwkwk

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s