Semestinya

Untuk beberapa saat, aku terhenyak mengenai pemberitaan seorang anak lelaki dengan usia yang masih kecil mengalami obesitas. Rasanya iba melihatnya, hal ini kemudian membuat aku ingat bagaimana ibu dan ayah dulu sempat berdebat mengenai rasa sayang.

Aku masih ingat bagaimana ibu keberatan dengan ayah yang membelikan aku permen dan sebagainya. Ibu bilang, beliau tidak akan pernah meragukan rasa sayang ayah kepadaku, tapi bukan berarti ayah menuruti segala permintaanku, buat ibu perlakuan yang begitu justru tidak sayang padaku, sebab nanti aku repot dengan sakit gigi kemudian, dan memang betul. Sejak itu, ayah lebih giat membelikan buah-buahan seperti yang biasa ibu lakukan.

Barangkali, bagi orangtua si anak lelaki tadi, memberikan asupan porsi besar dengan mengesampingkan pertimbangan jenis serta gizi dari makanannya adalah wujud rasa sayang, sebab menyenangkan hati buah hatinya, sedang segala yang berlebihan biasanya melepaskan diri dari kebaikan.

Bahwanya, rasa sayang itu bermacam wujudnya tetapi aku manut dengan nasihat ibu, rasa sayang semestinya diikuti oleh kebaikan.

Seperti bagaimana ayah melepas rantai sepedaku agar aku tidak membuat tangan yang kiri ikutan patah gegara ikut lomba balap sepeda, tampaknya kejam, tapi sejatinya rasa sayang ayah untuk menjagaku.

Seperti bagaimana aku berpikir dua kali untuk menghubungimu pada jam-jam tertentu, waktu istirahat siangmu misalnya. Sebaliknya kamu yang selalu membiarkan aku mendahulukan apapun yang harus didahulukan tanpa meributkan kekurangan waktu.

Betapa rasa sayang berwujud segala macam, hanya saja, ia semestinya dibarengi dengan pertimbangan akan kebaikan, sebagaimana kata ibu.

Iklan

8 thoughts on “Semestinya

  1. Nur Irawan

    “agar aku tidak membuat tangan yang kiri ikutan patah gegara ikut lomba balap sepeda” hiihihihi..
    ternyata dulunya seorang pembalap toh… :3
    Apa yang disebut kejam oleh kita belum tentu itu kejam..
    begitupun apa yang disebut sayang, juga belum tentu itu sayang sepenuhnya..
    Karena adakalanya ada rahasia dibalik sebuah rahasia
    Hanya Allah yang mengetahui dengan segala firman dan ciptaanNYA

    Disukai oleh 2 orang

  2. Dyah

    Kadang segala sesuatu yang terlihat kejam adalah wujud kasih sayang. Seperti juga Tuhan yang melarang kita ini itu sebagaimana tercantum dalam kitab suci adalah bentuk kasih sayangNya pada hambanya. Sebagaimana kamu yang tidak ingin mengganggu istirahatny….*duh kok mau copas*

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s