Dibalik Puisi

 

Dibalik puisi, ada aku yang malu-malu menyayangimu.
Dibalik puisi, ada rindu yang berusaha ku tepis dengan elegan agar tak merepotkanmu.
Dibalik puisi, ada aku yang diam-diam memikirkanmu.
Dibalik puisi, ada rasa yang berusaha ku sahajakan agar jauh dari kekanakan untuk memahamimu.

Salam sayang, Aku.

Perempuan yang mencintai puisi dan kamu. Ini adalah caraku menyayangimu, sebab ini yang ku bisa, dan boleh.

Iklan

37 thoughts on “Dibalik Puisi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s