Kekang

Malam ini, perbincangan kami sedikit berat dari biasanya, antara aku dan sahabatku, bahwanya kerap kali yang membosankan dari hubungan adalah dilema mengekang.

Tentang ijin pamitan, tentang keterlambatan mengangkat pesan dan panggilan, tentang keluar bersama teman lawan jenis, tentang pertemanan dan mengirimi pesan di dunia maya dan lain-lainnya. Aku pikir, jika kekasihmu posesif, ada beberapa poin yang bisa kamu tambahkan sendiri.

Seringkali, mengekang adalah meributkan yang sepele, komunikasi yang macam 24 jam harus laporan, dan meributkan hal-hal yang aslinya bisa disederhanakan. Tentang kekasih posesif dengan pikiran yang selalu meragukan.

Memang, ada korelasi antara komunikasi dan hubungan, tentang resiko sebuah ikatan, hanya saja mengekang bukan di antaranya. Buatku, jeda selalu perlu di satu waktu, dan tidak selalu ia mengancam sebuah ikatan. Sebab aku percaya, segala sesuatu yang terlalu di genggam dengan erat hanya akan membuat sesak, jengah berujung bosan.

Lagipula, setia adalah perihal nyaman dan pilihan, bukan lewat mengekang.

Iklan

40 thoughts on “Kekang

  1. shiq4

    Saya nggak mau dikekang. Tapi jika saya benar2 mencintai seorang gadis, dan ia memiliki sifat posesif, maka saya akan mengalah dan mengikuti kemauannya. Namanya cinta ha ha ha…….

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s