Ketika

Ketika ku bilang, aku menyayangimu, ini bukan perihal aku yang akan membuai kamu dengan seribu puisi cinta. Juga bukan aku yang akan selalu menempel manja. Apalagi merengek mesra hingga memaksa.

Ketika ku bilang kalimat itu padamu, itu adalah tentang aku yang ingin memahamimu. Menepis egoku, mendewasakan rinduku, menyederhanakan permintaanku.

Ketika ku bilang kalimat itu padamu, aku berharap menjadi perempuan yang paling mau memahamimu setelah ibumu, atau sahabatmu.

Ketika ku bilang kalimat itu padamu, merengutku tak akan lebih dari dua menit seperti permintaanmu.

Ketika ku bilang kalimat itu padamu, aku sedang jatuh hati padamu.

Iklan

55 thoughts on “Ketika

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s