Buta

Tak heran jika perempuan bisa begitu tabah dengan penerimaan. Tentang hati yang selalu mau memaafkan, lebih tepatnya mudah saja luluh dengan seperkian penjelasan. Lalu sisi lembut yang selalu ingin memahami, memberi banyak pembenaran di kepala sedang kesalahan sejatinya sudah di ujung mata.

Hanya saja, penerimaan tak melulu perihal menerima apa adanya sedang luka memenuhi dada. Kau percaya cinta itu penerimaan, olehnya kau buta dengan perlakuan yang tidak seharusnya kau dapatkan. Kau pikir penerimaan itu adalah mencintai ia dengan segala peringainya, kasar padamu yang kau bilang khilaf saja.

Penerimaan yang kau kira tanpa kau sadari adalah buta. Terus saja kau dengan penerimaanmu, sembari kehilangan dirimu sendiri.

Kau lupa bahwa di samping penerimaan, cinta adalah perihal menghargai dan menjaga perasaan.

Penerimaan yang kau bilang cinta itu,  kau sedang tidak mencintai dirimu sendiri.

Kau bilang cinta, ku bilang buta.

Iklan

16 thoughts on “Buta

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s