Pada Beban di Pundak

Permintaan Bapak untuk merubah sesuatu pada telepon genggamnya membuat saya berakhir duduk dengan beliau dan teman-temannya di barugak depan rumah. Saya menyibukkan diri dengan telepon genggam, sedang beliau bersama teman-temannya berbincang.

Barangkali karena udara dingin dan malam yang semakin larut, perbincangan yang ada semakin berat. Dari sekedar kendaraan hingga lari pada perihal yang jarang diperbicangkan sebagai seorang pria, seorang ayah tepatnya.

Tentang pundak seorang ayah dengan banyak perihal yang tersimpan disana, menjadi beban yang diam-diam saja ditahan, sendirian. Tentang kerisauan yang menyangkut biaya untuk masa depan dan sebagainya, tentang kegelisahan yang diam-diam mengisi pikiran, tentang tanggung jawab sebagai kepala keluarga, seorang bapak bagi anak-anaknya.

Perbincangan itu membuat saya diam-diam saja mendengarkan, menelan ludah, mengotak-atik telepon genggam dengan perasaan terenyuh. Dibalik kalemnya, ternyata ada banyak yang menjadi beban pikiran bagi seorang bapak.

Pada segala iya yang disahutkan seorang bapak untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan di keluarga, ada pundak yang diam-diam menahan beban. Sebagaimana ibu pernah berkata, matang-matang jika berkata ingin sesuatu, kalau bapak dengar, nanti bapak akan langsung mengusahakannya, walau susah sekalipun, yang namanya bapak, kalau anak yang minta, apa saja mesti di usahakan. 

Saya pun teringat pada sebuah bacaan yang ditulis oleh psikolog Kevin P. Mc.Clone, konsep dasar lelaki adalah keinginan untuk menyediakan dan melindungi, maka tidak heran dengan sikap seorang bapak yang cenderung memenuhi keinginan anak-anaknya, serta sikap over protective.

Olehnya saya teringat perihal pernikahan muda selebriti Alvin dan Larissa yang sebelumnya iseng saja saya buka, saya jadi sedikit paham mengapa rata-rata komentar nyinyir dari kaum lelaki adalah perihal finansial.

Tentang beban di pundak bagi lelaki yang jarang diketahui perempuan. Terlebih beban di pundak seorang Ayah.

Karenanya, nasihat yang saya ambil semalam, salah satunya adalah memberitahukan bapak sedari jauh hari jika berkaitan dengan finansial, agar selalu ada persiapan dan sisa yang bisa disisihkan untuk kebutuhan dadakan.

Iklan

40 thoughts on “Pada Beban di Pundak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s