Pada Bahagia yang Sederhana

Manusia tak pernah stagnan, ku kira memang begitu. Pada definisi kebahagiaan yang melekat di pikiran, ia mewujud sesuatu yang bisa bermacam, oleh pengalaman, ia merubah menjadi sesuatu yang baru seiring waktu.

Seperti bagaimana kebahagiaan kemudian menjadi sesuatu yang begitu sederhana,  dan  ia menjadi segala hal yang baru, melekat pada hal-hal yang biasa, pada keseharian, tentang Ayah yang membangunkan sholat Subuh, tentang kebersamaan yang terjaga pada meja makan bersama kepulan nasi hangat, pada sisir yang di ayunkan oleh ibu bersama jemarinya membelai helain rambut di kepala.

Manusia barangkali cenderung bahagia oleh segala sesuatu yang mewah tapi pada hakikatnya bahagia yang nyaman hadir pada kesederhanaan, tentang rasa syukur yang mengisi dada. Aku sendiri masih belajar, tentang bahagia yang melekat pada keseharian, pada cara memandang sesuatunya dengan sederhana. Masih belajar. 

Iklan