Tiga Jam Tanda Sayang

Ada satu hal yang menarik perhatian saya, quote-quote di line pun IG yang buat saya semacam racun.

Contohnya:

kalau chat lo gak dibales lebih dari tiga jam, udahlah lo mah gak penting.

Seriously? Why so insecure? Quote-quote ini rese’, nyebelin, mbikin tumbuhnya mahluk-mahluk posesif.

Memang, jaman sekarang gadget itu udah kayak prangko, nempel terus, but it doesn’t mean that I need to reply the message every three hours. 

Kenapa? Jawabannya simple, santai,don’t be so insecure. Demi diri sendiri, khawatirin yang enggak-enggak itu enggak enak, dari pada curiga-curiga gak jelas.

Karena 3 jam itu punya seabrek alasan: kerja, tugas, ngegame, tidur, berenang, masak, lowbat, ngumpul sama teman.

Kerja? Saya kalau ke bandara, suka iseng perhatiin di bagian check in, pernah 3 jam masnya gak nyentuh hp sama sekali, satu karena padat, dua karena etika profesionalisme. Banyak juga jenis pekerjaan yang merepotkan untuk pegang hp sekedar membalas pesan, malah enggak boleh pegang hp pada area dan jam tertentu, abang saya di bagian perminyakan contohnya.

Tugas? sama kayak kerja di atas, perlu fokus.

Lalu muncul quote lain:

Bisa online gak bisa balas pesan? Lo jelas gak penting.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya merasa repot harus membalas pesan disela-sela urusan  karena yang namanya chatting itu komunikasi dua arah, saya kudu mikir, kudu memahami maksud pengirim, lalu mikir lagi untuk respon saya bagaimana. Kalau lagi di sela kerja, nugas, kalau lagi capek, bawaanya pingin scroll timeline doang, liat-liat gambar video atau foto lucu tanpa harus mikir apa-apa atau memecah fokus karena hanya komunikasi satu arah. Apalagi, kalau chattingnya bukan perihal yang urgent banget.

Kadang alasannya bisa sepele, ada jenis manusia yang gampang terdistraksi seperti saya, awalnya mau ngebales, tapi teralihkan sesuatu jadi khilaf lupa mbales dan akhirnya keterangan ‘read’ doang muncul. Sepele lagi, saya suka lupa simpan hp dimana, alasan konyol, saya pernah lupa password hp hingga seharian. ada kok mahluk yang begini, yup, saya.

Beserta segudang alasan lainnya. Intinya, lebih baik rileks, santai aja dulu, dan selalu lebih baik positif thinking. Biar kalau ada hal-hal yang tiba-tiba, engga galau. Ketimbang marah-marah mending saling sayang kan enak *eh

Misal, sehari dua hari gak ada kabar, hp ilang, rusak, habis pulsa saya rasa masih wajar lah, pun online masih okelah, kali aja nugas, ada sesuatu yang urgent dan komunikasinya lewat situ.

Kenapa? Sederhana, belajar buat percaya. Lagian, jeda itu kadang perlu, bisa saling kangen aja dulu.

Empat, lima hari gak ada kabar bahkan seminggu tanpa kabar dengan catatan tidak terlihat online dimanapun,masih perlu didengarkan penjelasannya, gak langsung marah-marah.

Kenapa ada catatan ‘tidak online dimanapun’? Karena yang namanya hubungan itu perlu mengabari, komunikasi, empat hari tanpa kabar tapi ‘berseliweran’ tanpa usaha mengabari saat online tersebut rasanya menggemaskan ya. Kan kasian hati yang butuh ditenangkan dan menahan rindu *tsah

Lagian, posesif dan clingy itu menjengahkan, melelahkan. Apalagi kalau dibarengi marah-marah, curiga, tuduh-tuduh. Kesampingkan suka, udah lari duluan, kesampingkan cinta mending udahan.

Karena rasa bosan, jenuh itu bisa hinggap pada meributkan hal-hal sepele begini. Lagi enak tidur dituduh main hati, kan males banget, apalagi harus ngasih penjelasan panjar lebar, ngeyakini berkali-berkali. Abang saya, empat tahun pun pisah, alasannya? Lelah dengan posesif tiada usai, cuman itu tapi capek.

Lagipula, berusaha realitis, hidup ini banyak urusan lain. Males banget sekedar ngeributin urusan bales-membales pesan. Ngapain bikin badai sendiri dalam sebuah hubungan kalau bisa adem ayem. Lagipula, sesuatu yang terlalu di genggam dengan keegoisan seringkali berujung pada kehilangan.

Iklan

58 thoughts on “Tiga Jam Tanda Sayang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s