Merantau: Sebuah Dilema

Barangkali, rata-rata yang menjadi salah satu dilema anak rantau adalah jauh dari orangtua sama halnya dengan tidak ada yang membangunkan sholat Subuh, alarm belum tentu menjamin akan membangunkan, dan Mushola yang tidak begitu dekat untuk suara Adzan. Pribadi, Ayah adalah yang kerap kali membangunkan saya sholat karena Ibu yang mempersiapkan hal lainnya (salah satu bahagia berada dirumah). Selama jauhan, Ibu lah yang akan menghubungi via telepon.

Tapi saya kemudian punya solusi yaitu sebuah aplikasi pengingat sholat di HP. Suara Adzannya selalu berhasil membangunkan saya, suaranya menenangkan, syahdu, tapi membuat saya sepenuhnya sadar, dan mata melek. Walau sebelumnya saya begadang ataupun capek sekali, alhamdulillah aplikasi ini selalu membangunkan saya. Favorit saya adalah suara Adzannya, dan saya ingin berbagi karena suka sekali.

Aplikasinya bernama Jadwal Sholat dengan tampilan logo putih dan merah, bisa di download di google playstore. Sekilas tampilannya ketika dibuka:

screenshot_2016-09-25-04-25-17.png

screenshot_2016-09-25-04-25-28.png

screenshot_2016-09-25-04-25-52.png

Biasanya, saya akan mengaktifkan mode pesawat atau airplane mode agar aplikasi ini menyalakan suara Adzan dengan suara full tanpa khawatir terganggu dengan bunyi pesan singkat/notifikasi lain selama tidur (menghindari radiasi sinyal juga), serta menghindari HP lowbat, intinya HP saya aktifkan hanya untuk aplikasi ini.

Sekian, selamat menggunakan. 😇

Iklan

27 thoughts on “Merantau: Sebuah Dilema

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s