Perihal yang ingin Kau dengar.

Aku tak tahu jawaban seperti apa yang sejatinya kau mau, dan aku hanya bisa menerka-nerka sebelum alih-alih kau bilang tak peka. Mencermati raut wajahmu yang masih tak bisa juga ku baca, pertanyaanmu membuatku buntu, berujung pada sebatang rokok, jurus jitu sebuah pengalihan.

Mungkin jawaban yang ingin kau dengar adalah aku tak pernah mencintai perempuan-perempuan sebelumnya seperti aku mencintaimu. Padahal tanpa kau tanya, aku mana ingat mereka dengan kau di sisiku.

Mungkin inginmu adalah aku sedikit berbicara perihal perasaan, tentang alasan aku mencintaimu, dan sepersekian perihal perasaan yang selalu kau minta untuk dibicarakan, sedang selalu berujung dengan aku yang alih-alih justru menghisap rokokku, untuk kemudian membuatmu merengut manja, dan aku bisa apa ketika kau begitu, selain diam-diam menikmati raut wajahmu, dan sesekali menyodorkan bahu untuk sekedar kau pukul lembut dengan kepalan tangan mungilmu.

Aku mencintaimu, walau dengan sepersekian resiko yang kadang membuatku duduk dengan sebatang rokok diberanda kamarku, mencari-cari alibi untuk menunda waktu merebutmu dariku. Aku mencintaimu, hanya itu, sebab itu yang ku bisa dan boleh, terlalu egois untuk berkeinginan memilikimu, sebab cinta manusia tak pernah mengkhianati Tuhannya.

 

Iklan

41 thoughts on “Perihal yang ingin Kau dengar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s