Teduh

Ada hati yang ikut teduh menatap senyumanmu dan mereka yang bersampingan denganmu. Pilihan yang menjadi keinginanmu sejak beberapa hari yang lalu, dan aku begitu salut padamu, berbeda itu pilihan, mengasihi adalah kewajiban, itu kalimat favoritku olehmu.

Pun jatuh hati ini rasanya meneduhkan, ketika seharian yang kita lewatkan tanpa berkomunikasi adalah kamu yang sedang bersama-sama mereka, mengasihi yang adalah kewajiban katamu. Olehnya aku tak akan pernah keberatan untuk itu.

Semoga malammu tidak dingin disana, titip salamku untuk Pidie, Aceh.

Iklan

16 thoughts on “Teduh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s